Banjir Bandang Susulan Bisa Terjadi Luwu Utara, Masyarakat Harus Waspada
Kamis, 16 Juli 2020 - 06:24 WIB
loading...
Banjir bandang yang melanda wilayah Masamba, Luwu Utara. Foto : SINDOnews/Muchtamir Zaide
A
A
A
MAKASSAR - Upaya pencarian dan evakuasi korban terdampak banjir bandang di enam kecamatan Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, terus dilakukan. Potensi terjadinya banjir susulan masih perlu diwaspadai. Baca : Alih Fungsi Lahan yang Tidak Terkontrol Pemicu Banjir Bandang
Dari data sementara yang dihimpun hingga pukul 14.00 WITA kemarin dilaporkan ada penambahan korban meninggal dunia menjadi 19 orang. Total sebanyak 1.565 orang menjadi korban terdampak banjir bandang di Luwu Utara, dimana 1.542 dinyatakan selamat, dan empat dalam pencarian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Endro Yudo Waryono mengatakan, penyelamatan korban terdampak tetap menjadi prioritas utama. Kendala akses ke lokasi terdampak menjadi hambatan.
Pasalnya lumpur dan material bangunan yang terbawa banjir menutupi akses jalan dan pemukiman warga. Alat berat dan petugas terus dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bekas banjir di tiap lokasi.
"Prioritas pertama tentu penyelamatan korban, evakuasi, kemudian assesment. Sambil jalan juga membuka akses jalan. Karena memang itu menjadi kendala utama untuk berakses. Siapapun kita mau bawa bantuan, mau evakuasi, itu terhambat dengan lumpur dan material bangunan yang terbawa banjir," sebut Endro kepada SINDOnews, kemarin.
Dia melanjutkan, secara bertahap pemulihan dampak pasca banjir dilakukan. Jaringan listrik dan telekomunikasi yang sempat mengalami gangguan, berangsur-angsur diperbaiki.
Dari data sementara yang dihimpun hingga pukul 14.00 WITA kemarin dilaporkan ada penambahan korban meninggal dunia menjadi 19 orang. Total sebanyak 1.565 orang menjadi korban terdampak banjir bandang di Luwu Utara, dimana 1.542 dinyatakan selamat, dan empat dalam pencarian.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Endro Yudo Waryono mengatakan, penyelamatan korban terdampak tetap menjadi prioritas utama. Kendala akses ke lokasi terdampak menjadi hambatan.
Pasalnya lumpur dan material bangunan yang terbawa banjir menutupi akses jalan dan pemukiman warga. Alat berat dan petugas terus dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bekas banjir di tiap lokasi.
"Prioritas pertama tentu penyelamatan korban, evakuasi, kemudian assesment. Sambil jalan juga membuka akses jalan. Karena memang itu menjadi kendala utama untuk berakses. Siapapun kita mau bawa bantuan, mau evakuasi, itu terhambat dengan lumpur dan material bangunan yang terbawa banjir," sebut Endro kepada SINDOnews, kemarin.
Dia melanjutkan, secara bertahap pemulihan dampak pasca banjir dilakukan. Jaringan listrik dan telekomunikasi yang sempat mengalami gangguan, berangsur-angsur diperbaiki.
Lihat Juga :