Banjir Bandang Susulan Bisa Terjadi Luwu Utara, Masyarakat Harus Waspada
Kamis, 16 Juli 2020 - 06:24 WIB
loading...
A
A
A
Endro menyebut, banjir bandang di Luwi Utara berdampak pada kurang lebih 4.200 kepala keluarga. Sekitar 15.000 jiwa lebih terpaksa harus mengungsi. Ada 46 warga yang dilaporkan hilang. Baca Juga : Sudah 15 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang di Masamba
"Korban meninggal ter-update sampai hari ini (kemarin) 19 meninggal dunia. Kemudian laporan-laporan dari keluarga itu ada 46 orang ini dalam pencarian. Hari ketiga ini kita masih lakukan evakuasi-evakuasi dan pencarian," urai dia.
Meski begitu, Endro belum mau berspekulasi soal taksiran kerugian atas bencana banjir bandang ini. Proses assesment oleh petugas masih sementara berlangsung di tiap tempat terdampak.
"Itu masih harus banyak melakukan assesment yang lebih detail ke tempat-tempat publik, masjid, kantor dan sebagainya. Tapi yang pokok adalah prioritas keselamatan jiwa. Yang kedua, buka akses jalan supaya bisa dilalui. Barulah ketiga pembersihan hunian supaya warga tidak berlama-lama di pengungsian," paparnya.
Para warga terdampak dikatakan masih mengungsi pada posko yang disiapkan. Ada enam posko yang tersebar di enam kecamatan terdampak. Salah satunya posko induk yang bertempat di Kecamatan Masamba. Di tiap posko, didirikan dapur umum, tenaga medis pun dikerahkan untuk merawat korban.
Bantuan logistik juga terus mengalir. Tidak hanya dari pemerintah setempat, lembaga sosial dan relawan lainnya. Kata Endro, bantuan juga berdatangan dari daerah tetangga Luwu Utara, baik Luwu Timur, Luwu maupun Palopo.
"Korban meninggal ter-update sampai hari ini (kemarin) 19 meninggal dunia. Kemudian laporan-laporan dari keluarga itu ada 46 orang ini dalam pencarian. Hari ketiga ini kita masih lakukan evakuasi-evakuasi dan pencarian," urai dia.
Meski begitu, Endro belum mau berspekulasi soal taksiran kerugian atas bencana banjir bandang ini. Proses assesment oleh petugas masih sementara berlangsung di tiap tempat terdampak.
"Itu masih harus banyak melakukan assesment yang lebih detail ke tempat-tempat publik, masjid, kantor dan sebagainya. Tapi yang pokok adalah prioritas keselamatan jiwa. Yang kedua, buka akses jalan supaya bisa dilalui. Barulah ketiga pembersihan hunian supaya warga tidak berlama-lama di pengungsian," paparnya.
Para warga terdampak dikatakan masih mengungsi pada posko yang disiapkan. Ada enam posko yang tersebar di enam kecamatan terdampak. Salah satunya posko induk yang bertempat di Kecamatan Masamba. Di tiap posko, didirikan dapur umum, tenaga medis pun dikerahkan untuk merawat korban.
Bantuan logistik juga terus mengalir. Tidak hanya dari pemerintah setempat, lembaga sosial dan relawan lainnya. Kata Endro, bantuan juga berdatangan dari daerah tetangga Luwu Utara, baik Luwu Timur, Luwu maupun Palopo.
Lihat Juga :