Awas! Penyakit Kulit Benjol Ancam Ternak Sapi Warga Bintan
Senin, 13 Februari 2023 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Hingga saat ini, menurutnya belum ada laporan kasus penyakit kulit benjol pada sapi di Bintan. Meski demikian, para peternak sapi diminta segera menghubungi dokter hewan, dan atau petugas paramedik veteriner di lapangan ketika sapinya sakit.
Adapun gejala klinis dari penyakit kulit benjol pada sapi ini, di antaranya adalah adanya lesi kulit berupa nodul atau benjolan berukuran 1-7 cm, yang biasanya ditemukan pada daerah leher, kepala, kaki, ekor dan ambing.
Pada kasus berat, nodul-nodul ini dapat ditemukan dihampir seluruh bagian tubuh sapi. Munculnya nodul ini biasanya diawali dengan demam hingga lebih dari 40,5 derajat celcius. Nodul pada kulit tersebut jika dibiarkan akan menjadi lesi nekrotik dan ulseratif.
Baca juga: Kisah Serunting Sakti, Si Pahit Lidah yang Bersenjatakan Sumpah dan Kutukan
"Selanjutnya, hewan sapi akan lemah, adanya leleran hidung dan mata, pembengkakan limfonodus subscapula dan prefemoralis, serta dapat terjadi oedema pada kaki," ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, LSD juga dapat meyebabkan abortus, penurunan produksi susu pada sapi perah, infertilitas dan demam berkepanjangan. Namun, gejala klinis LSD dipengaruhi oleh umur, ras dan status imun ternak.
Adapun gejala klinis dari penyakit kulit benjol pada sapi ini, di antaranya adalah adanya lesi kulit berupa nodul atau benjolan berukuran 1-7 cm, yang biasanya ditemukan pada daerah leher, kepala, kaki, ekor dan ambing.
Pada kasus berat, nodul-nodul ini dapat ditemukan dihampir seluruh bagian tubuh sapi. Munculnya nodul ini biasanya diawali dengan demam hingga lebih dari 40,5 derajat celcius. Nodul pada kulit tersebut jika dibiarkan akan menjadi lesi nekrotik dan ulseratif.
Baca juga: Kisah Serunting Sakti, Si Pahit Lidah yang Bersenjatakan Sumpah dan Kutukan
"Selanjutnya, hewan sapi akan lemah, adanya leleran hidung dan mata, pembengkakan limfonodus subscapula dan prefemoralis, serta dapat terjadi oedema pada kaki," ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, LSD juga dapat meyebabkan abortus, penurunan produksi susu pada sapi perah, infertilitas dan demam berkepanjangan. Namun, gejala klinis LSD dipengaruhi oleh umur, ras dan status imun ternak.
Lihat Juga :