Ikatan Alumni UPI Kawal Pembelajaran Digital Jawa Barat
Rabu, 15 Juli 2020 - 17:10 WIB
loading...
Ketua Umum IKA UPI Enggartiasto Lukita mengungkapkan kesiapannya memfasilitasi UPI dan Pemprov Jawa Barat dalam mengembangkan pembejalaran digital. Foto/SINDOnews.dok
A
A
A
BANDUNG - Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) Enggartiasto Lukita mengungkapkan kesiapannya memfasilitasi UPI dan Pemprov Jawa Barat dalam mengembangkan pembejalaran digital . IKA UPI akan berupaya meningkatkan kapasitas guru di Jawa Barat. Enggartiasto yakin UPI memiliki kapasitas mumpuni untuk menjadi ujung tombak transformasi pembelajaran di tanah air.
“Situasi pandemi COVID-19 berdampak luas bagi dunia pendidikan, khususnya perubahan cara dan perilaku belajar anak-anak kita. Perubahan ini harus disikapi dengan cara menyiapkan guru agar mampu menjalankan pembelajaran jarak jauh secara tepat. Harus ada penyederhanaan kurikulum agar lebih sesuai dengan tuntutan kebiasaan baru,” ungkap Enggartiasto Lukita dalam webinar “Menjalin Sinergitas Kerjasama dan Hubungan Alumni Dalam Tatanan Normal Baru” yang diselenggarakan UPI, Rabu (15/7/2020). (Baca juga: Pegawai Terpapar COVID-19, Layanan Dispendukcapil Kendal Ditutup)
Enggartiasto tidak memungkiri penyederhanaan kurikulum membutuhkan tahapan panjang dan melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun, dengan pengalaman panjang sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), UPI bisa melakukannya secara mandiri dan mengaplikasikannya secara terbatas. Apalagi, selama ini penyusunan kurikulum nasional tidak pernah lepas dari peran para pakar pendidikan dari UPI. Di antaranya, Ketua Pengembang Kurikulum 2013 Said, Hamid Hasan merupakan guru besar UPI. (Baca juga: Besok, Warga Australia Pembunuh Polisi di Bali Bebas dari Lapas Kerobokan)
“Jika UPI sudah siap dengan proposal pengembangan pendidikan digital, saya siap mempertemukan langsung dengan Pak Gubernur. Jawa Barat bisa menjadi pilot project pengembangan kapasitas guru digital di Indonesia,” tandas tokoh senior Partai Nasdem tersebut.
Dia menambahkan, UPI bisa memerankan diri sebagai LPTK yang secara cepat merespons perubahan situasi belajar selama pandemi. "Saya yakin UPI bisa. Kami IKA UPI siap memberikan dukungan penuh kepada almamater untuk menjalankan program tersebut," tandasnya.
“Situasi pandemi COVID-19 berdampak luas bagi dunia pendidikan, khususnya perubahan cara dan perilaku belajar anak-anak kita. Perubahan ini harus disikapi dengan cara menyiapkan guru agar mampu menjalankan pembelajaran jarak jauh secara tepat. Harus ada penyederhanaan kurikulum agar lebih sesuai dengan tuntutan kebiasaan baru,” ungkap Enggartiasto Lukita dalam webinar “Menjalin Sinergitas Kerjasama dan Hubungan Alumni Dalam Tatanan Normal Baru” yang diselenggarakan UPI, Rabu (15/7/2020). (Baca juga: Pegawai Terpapar COVID-19, Layanan Dispendukcapil Kendal Ditutup)
Enggartiasto tidak memungkiri penyederhanaan kurikulum membutuhkan tahapan panjang dan melibatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun, dengan pengalaman panjang sebagai lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), UPI bisa melakukannya secara mandiri dan mengaplikasikannya secara terbatas. Apalagi, selama ini penyusunan kurikulum nasional tidak pernah lepas dari peran para pakar pendidikan dari UPI. Di antaranya, Ketua Pengembang Kurikulum 2013 Said, Hamid Hasan merupakan guru besar UPI. (Baca juga: Besok, Warga Australia Pembunuh Polisi di Bali Bebas dari Lapas Kerobokan)
“Jika UPI sudah siap dengan proposal pengembangan pendidikan digital, saya siap mempertemukan langsung dengan Pak Gubernur. Jawa Barat bisa menjadi pilot project pengembangan kapasitas guru digital di Indonesia,” tandas tokoh senior Partai Nasdem tersebut.
Dia menambahkan, UPI bisa memerankan diri sebagai LPTK yang secara cepat merespons perubahan situasi belajar selama pandemi. "Saya yakin UPI bisa. Kami IKA UPI siap memberikan dukungan penuh kepada almamater untuk menjalankan program tersebut," tandasnya.
Lihat Juga :