Buntut Kasus Jari Bayi Terpotong, Keluarga Tuntut Ganti Rugi Rp500 Juta
Jum'at, 10 Februari 2023 - 15:29 WIB
loading...
Keluarga pasien bayi AR, yang jari kelingkingnya putus akibat tergunting oknum perawat Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) meminta pihak rumas sakit ganti rugi sebesar Rp500 juta. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Keluarga pasien bayi AR, yang jari kelingkingnya putus akibat tergunting oknum perawat Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) meminta pihak rumas sakit ganti rugi sebesar Rp500 juta. Jika permintaan ini terpenuhi, maka pihak keluarga tidak akan menempuh jalur hukum.
Kuasa Hukum keluarga korban bayi AR, Titis Rachmawati mengatakan, bahwa jalur damai untuk menyelesaikan kasus ini dibuka keluarga korban yang siap melakukan mediasi andai terduga pelaku dan rumah sakit memenuhi tuntutan ganti rugi. Baca juga: Polisi Tahan Oknum Perawat RSMP Palembang yang Gunting Jari Bayi
"Untuk langkah hukum, kita siap melakukan mediasi. Namun, keluarga korban menuntut ganti rugi dari pihak Rumah Sakit dan oknum perawat," ujar Titis, Jumat (10/2/2023).
Dijelaskan Titis, upaya damai dengan ganti rugi tersebut sudah disampaikan kepada pihak rumah sakit dan oknum perawat bernisial. "Intinya kami sudah kasih tahu kepada mereka, tinggal bisa atau tidak dengan total ganti rugi senilai Rp500 juta," jelasnya.
Kuasa Hukum keluarga korban bayi AR, Titis Rachmawati mengatakan, bahwa jalur damai untuk menyelesaikan kasus ini dibuka keluarga korban yang siap melakukan mediasi andai terduga pelaku dan rumah sakit memenuhi tuntutan ganti rugi. Baca juga: Polisi Tahan Oknum Perawat RSMP Palembang yang Gunting Jari Bayi
"Untuk langkah hukum, kita siap melakukan mediasi. Namun, keluarga korban menuntut ganti rugi dari pihak Rumah Sakit dan oknum perawat," ujar Titis, Jumat (10/2/2023).
Dijelaskan Titis, upaya damai dengan ganti rugi tersebut sudah disampaikan kepada pihak rumah sakit dan oknum perawat bernisial. "Intinya kami sudah kasih tahu kepada mereka, tinggal bisa atau tidak dengan total ganti rugi senilai Rp500 juta," jelasnya.
Lihat Juga :