Capai 5,53 Persen, Pertumbuhan Ekonomi DIY Tertinggi di Pulau Jawa
Selasa, 07 Februari 2023 - 01:39 WIB
loading...
A
A
A
Peningkatan konsumsi tercermin dari peningkatan penyaluran kredit konsumsi (kredit lokasi proyek) yang meningkat dari 9,9 persen (yoy) menjadi 16 persen (yoy) di triwulan IV serta melambatnya pertumbuhan simpanan khususnya deposito. Tercatat pertumbuhan deposito menurun dari 5,5 persen (yoy) di triwulan III menjadi 2,9 persen (yoy) di triwulan IV.
Membaiknya kinerja investasi khususnya investasi bangunan tercermin pula dari peningkatan kredit investasi yang tumbuh di triwulan IV 17,3 persen(yoy) setelah sebelumnya di triwulan III 7,5 persen (yoy).
Membaiknya kinerja perekonomian ditopang oleh stabilitas keuangan DIY yang tetap terjaga. Kinerja intermediasi semakin baik didukung kecukupan likuiditas dan risiko kredit yang semakin menurun.
Secara keseluruhan pertumbuhan kredit mencapai 24,20 persen (yoy) di atas pertumbuhan kredit triwulan sebelumnya 10,05 persen (yoy) dengan rasio Non Performing Loan (NPL) yang terus menurun dari 3,37 persen menjadi 2,90 persen. "Ekonomi DIY 2022 tumbuh di atas 5 persen sesuai perkiraan,"tambahnya.
Berdasarkan rilis BPS DIY, ekonomi DIY mencatatkan pertumbuhan 5,15 persen (yoy), sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia DIY yakni 4,9-5,7 persen. Capaian ini angka pertumbuhan ekonomi Jawa tercatat 5,31 persen (yoy), sementara pertumbuhan Nasional sebesar 5,31 persen (yoy).
Secara y-on-y, pada Triwulan IV-2022 pertumbuhan ekonomi DIY tertinggi dibandingkan provinsi lain se-Pulau Jawa. Perbaikan mobilitasi dan terkendalinya kasus Covid-19 mendukung peningkatan kinerja LU terkait sektor pariwisata khususnya LU Akomodasi Makan dan Minum, Transportasi, dan Jasa Lainnya.
Membaiknya kinerja investasi khususnya investasi bangunan tercermin pula dari peningkatan kredit investasi yang tumbuh di triwulan IV 17,3 persen(yoy) setelah sebelumnya di triwulan III 7,5 persen (yoy).
Membaiknya kinerja perekonomian ditopang oleh stabilitas keuangan DIY yang tetap terjaga. Kinerja intermediasi semakin baik didukung kecukupan likuiditas dan risiko kredit yang semakin menurun.
Secara keseluruhan pertumbuhan kredit mencapai 24,20 persen (yoy) di atas pertumbuhan kredit triwulan sebelumnya 10,05 persen (yoy) dengan rasio Non Performing Loan (NPL) yang terus menurun dari 3,37 persen menjadi 2,90 persen. "Ekonomi DIY 2022 tumbuh di atas 5 persen sesuai perkiraan,"tambahnya.
Berdasarkan rilis BPS DIY, ekonomi DIY mencatatkan pertumbuhan 5,15 persen (yoy), sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia DIY yakni 4,9-5,7 persen. Capaian ini angka pertumbuhan ekonomi Jawa tercatat 5,31 persen (yoy), sementara pertumbuhan Nasional sebesar 5,31 persen (yoy).
Secara y-on-y, pada Triwulan IV-2022 pertumbuhan ekonomi DIY tertinggi dibandingkan provinsi lain se-Pulau Jawa. Perbaikan mobilitasi dan terkendalinya kasus Covid-19 mendukung peningkatan kinerja LU terkait sektor pariwisata khususnya LU Akomodasi Makan dan Minum, Transportasi, dan Jasa Lainnya.
Lihat Juga :