Bentuk Tim, HD Mudahkan Petani Sumsel Dapatkan Pinjaman KUR
Rabu, 15 Juli 2020 - 07:21 WIB
loading...
A
A
A
Waktu itu cerita Hendri mulanya ada sekitar 20-25 petani yang mau meminjam. Agar tidak bermasalah pada saat pembayaran, Hendri berinisiatif meminta agar petani mengumpulkan agunan sebatas kepada kepala desa. "Ini tidak Saya agunkan tapi simpan saja di deposit box. Kalau panen baru bayar. Kalau mereka tidak mau bayar artinya Saya yang tanggung ke BNI waktu itu. Dan Alhamdulillah selama ini mereka lancar bayar. Clear," jelasnya.
Agar pola ini berjalan lancar tanpa kredit macet, Hendri mengaku memang harus selektif memilih petani yang bisa mendapatkan bantuan pinjaman. "Saya yang pilih, kalau ada yang sulit bayar saya coret. Semua clear dan Alhamdulillah cair. Sebagian besar mendapat pinjaman Rp20 juta," jelasnya.
Biasanya lanjut Hendri pinjaman senilai Rp20 juta untuk saprodi itu cair Agustus dan dibayar pada bulan Februari tahun berikutnya.
"Sekarang kami sedang berupaya kredit Alsintan dan untuk administrasinya BUMdes yang mengurus. Alhamdulillah sejak 3 tahun terakhir sudah miliaran KUR yang masuk ke Desa Talang Rejo," jelasnya.
Sementara itu Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho mengatakan sangat mengapresiasi inisiatif Gubernur HD mengadakan rakor dengan lengkap seperti ini. Dimana semua pihak yang berkepentingan termasuk petani diajak duduk bersama untuk mencari solusi. Bahkan apa yang dilakukan Gubernur HD ini menurutnya juga merupakan bentuk kepeduliannya sebagai kepala daerah pada perbankan.
"Ini sangat bagus sekali sehingga permasalahan petani di lapangan bisa langaung terserap. Sebenarnya untuk KUR ini ada 11 bank penyalur, dan sudah tepat sekali Pak Gubernur mengundang 4 bank ini," ucap Untung.
Dalam kesempatan itu Gubernur HD juga memberikan kesempatan pada bank penyalur untuk mengungkapkan tantangan mereka memaksimalkan penyaluran KUR. Begitu juga para petani. Dengan terbuka HD meminta mereka mengungkapkan kesulitan mereka untuk dicarikan solusi agar Pemda bisa lebih bisa mengambil peran untuk memaksimalkan penyerapan KUR oleh petani Sumsel.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala OJK Regional VII Sumbagsel Untung Nugroho, Pemimpin Wilayah BNI Palembang, Dodi Widjajanto, Pemimpin Wilayah BRI Palembang Revi Rizal, Pemimpin Bank Mandiri Wilayah Palembang diwakili Deputi Kepala Wilayah Mandiri Regional II, serta Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel (BSB) Antonius Prabowo Argo. Kemudian Plt Asisten I Pemprov Sumsel Bidang Pemerintahan dan Kesra Akhmad Najib, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Yohannes Toruan, Kadis Pertanian Sumsel Antoni Alam, serta Petani dari Kabupaten Banyusin Desa Talang Rejo.
Agar pola ini berjalan lancar tanpa kredit macet, Hendri mengaku memang harus selektif memilih petani yang bisa mendapatkan bantuan pinjaman. "Saya yang pilih, kalau ada yang sulit bayar saya coret. Semua clear dan Alhamdulillah cair. Sebagian besar mendapat pinjaman Rp20 juta," jelasnya.
Biasanya lanjut Hendri pinjaman senilai Rp20 juta untuk saprodi itu cair Agustus dan dibayar pada bulan Februari tahun berikutnya.
"Sekarang kami sedang berupaya kredit Alsintan dan untuk administrasinya BUMdes yang mengurus. Alhamdulillah sejak 3 tahun terakhir sudah miliaran KUR yang masuk ke Desa Talang Rejo," jelasnya.
Sementara itu Kepala OJK Regional 7 Sumbagsel, Untung Nugroho mengatakan sangat mengapresiasi inisiatif Gubernur HD mengadakan rakor dengan lengkap seperti ini. Dimana semua pihak yang berkepentingan termasuk petani diajak duduk bersama untuk mencari solusi. Bahkan apa yang dilakukan Gubernur HD ini menurutnya juga merupakan bentuk kepeduliannya sebagai kepala daerah pada perbankan.
"Ini sangat bagus sekali sehingga permasalahan petani di lapangan bisa langaung terserap. Sebenarnya untuk KUR ini ada 11 bank penyalur, dan sudah tepat sekali Pak Gubernur mengundang 4 bank ini," ucap Untung.
Dalam kesempatan itu Gubernur HD juga memberikan kesempatan pada bank penyalur untuk mengungkapkan tantangan mereka memaksimalkan penyaluran KUR. Begitu juga para petani. Dengan terbuka HD meminta mereka mengungkapkan kesulitan mereka untuk dicarikan solusi agar Pemda bisa lebih bisa mengambil peran untuk memaksimalkan penyerapan KUR oleh petani Sumsel.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala OJK Regional VII Sumbagsel Untung Nugroho, Pemimpin Wilayah BNI Palembang, Dodi Widjajanto, Pemimpin Wilayah BRI Palembang Revi Rizal, Pemimpin Bank Mandiri Wilayah Palembang diwakili Deputi Kepala Wilayah Mandiri Regional II, serta Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel (BSB) Antonius Prabowo Argo. Kemudian Plt Asisten I Pemprov Sumsel Bidang Pemerintahan dan Kesra Akhmad Najib, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Yohannes Toruan, Kadis Pertanian Sumsel Antoni Alam, serta Petani dari Kabupaten Banyusin Desa Talang Rejo.
(srf)
Lihat Juga :