Gubernur Khofifah Minta Warga Jatim Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan
Senin, 30 Januari 2023 - 08:05 WIB
loading...
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. (Ist)
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya sepekan ke depan diprediksi bakal ada potensi bencana hidrometeorologi.
Hal ini merujuk prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda yang menyebutkan potensi peningkatan cuaca ekstrem yang akan melanda beberapa wilayah di Jatim dalam kurun waktu 27 Januari 2023 - 2 Februari 2023.
Berdasarkan analisis iklim yang dilakukan oleh BMKG diketahui adanya pola tekanan rendah di Australia bagian Barat yang mengakibatkan terbentuknya konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jatim. Hal ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif.
Potensi cuaca ekstrem yang disebabkan oleh aktifnya La Nina, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin di wilayah Jatim dapat meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, banjir bandang, puting beliung, hujan es, maupun tanah longsor di wilayah dataran tinggi.
"Berdasarkan peringatan dini dari BMKG tersebut, kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. Selain itu pemerintah Kabupaten/ Kota juga diimbau untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Minggu (29/1/2023).
Dari data yang diberikan oleh BMKG ada beberapa wilayah di Jatim yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem antara lain Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Gresik, Lamongan, Tuban.
Kemudian Kanupaten Jombang, Nganjuk, Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Magetan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kota Blitar, Kediri, Kota Kediri, Malang, Kota Malang, dan Batu.
Hal ini merujuk prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda yang menyebutkan potensi peningkatan cuaca ekstrem yang akan melanda beberapa wilayah di Jatim dalam kurun waktu 27 Januari 2023 - 2 Februari 2023.
Berdasarkan analisis iklim yang dilakukan oleh BMKG diketahui adanya pola tekanan rendah di Australia bagian Barat yang mengakibatkan terbentuknya konvergensi atau pertemuan angin di wilayah Jatim. Hal ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan konvektif.
Potensi cuaca ekstrem yang disebabkan oleh aktifnya La Nina, Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin di wilayah Jatim dapat meningkatkan potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti genangan air, banjir, banjir bandang, puting beliung, hujan es, maupun tanah longsor di wilayah dataran tinggi.
"Berdasarkan peringatan dini dari BMKG tersebut, kami mengimbau agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. Selain itu pemerintah Kabupaten/ Kota juga diimbau untuk menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan," ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Minggu (29/1/2023).
Dari data yang diberikan oleh BMKG ada beberapa wilayah di Jatim yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem antara lain Surabaya, Kabupaten Mojokerto, Kota Mojokerto, Gresik, Lamongan, Tuban.
Kemudian Kanupaten Jombang, Nganjuk, Madiun, Kota Madiun, Ngawi, Magetan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kota Blitar, Kediri, Kota Kediri, Malang, Kota Malang, dan Batu.
Lihat Juga :