Kisah Pelukis Basoeki Abdullah Berani Memarahi Keluarga Cendana Gara-gara Lukisan

Jum'at, 27 Januari 2023 - 16:05 WIB
loading...
Kisah Pelukis Basoeki...
Bu Tien dan pelukis legendaris Basoeki Abdullah dalam suatu kesempatan. Foto/Repro/Ist
A A A
PELUKIS legendaris Basoeki Abdullah pernah gusar dengan Pak Harto dan Bu Tien sampai-sampai melontarkan kekesalannya dengan menyebut keluarga Cendana vandalistik. Pemicunya berupa sebuah lukisan merpati yang menjadi elemen dekorasi utama kediaman Presiden Soeharto di jalan Cendana, Menteng Jakarta Pusat.

Lukisan sekawanan burung merpati yang dibubuhi tanda tangan itu merupakan karya Basoeki Abdullah.

Baca juga: Kisah Pelukis Basoeki Abdullah Selalu Memilih Warna Hijau untuk Sosok Nyi Roro Kidul

Polemik soal lukisan yang membuat Basoeki Abdullah kesal itu terjadi begitu saja. Ceritanya, berawal dari hari ulang tahun perkawinan Presiden Soeharto dan Ibu Tien (Siti Hartinah) ke-40, yakni 26 Desember 1987.

Ibu Tien diketahui salah seorang pengagum karya Basoeki Abdullah. Dalam sebuah acara pameran, Ibu Tien pernah mengungkapkan rasa takjubnya pada lukisan sekawanan angsa karya Basoeki.

Melihat sekawanan angsa, timbul inspirasi pada Ibu Tien sebuah lukisan yang menggambarkan keluarga.

“Indah apabila keluarga kita digambarkan sebagai angsa-angsa. Hewan lembut dan tenang ini menurut kepercayaan berbagai bangsa adalah simbol kebahagiaan,” kata Bu Tien seperti dikutip dari buku Basoeki Abdullah Sang Hanoman Keloyongan, Jumat (27/1/2023).

Baca juga: Cerita Basoeki Abdullah dan Misteri Lukisan Nyai Roro Kidul yang Diborong Bos Gudang Garam

Singkat cerita, jelang hari ulang tahun perkawinan ke-40, anak-anak Pak Harto dan Bu Tien ingin memberi sebuah kejutan. Dimotori Mbak Tutut (Siti Hardiyanti) dan Titiek (Siti Hediati), mereka merencanakan kado spesial.

Maka diam-diam dipesanlah sebuah lukisan hadiah ulang tahun kepada pelukis Basoeki Abdullah. Basoeki yang masih ingat kata-kata Bu Tien sewaktu di pameran, lantas melukis sekawanan angsa.

Ia lukis angsa di atas kanvas berukuran dua depa. Jumlahnya disamakan dengan jumlah keluarga Cendana.

Namun di tengah perjalanan, Basoeki tiba-tiba berubah pikiran. Menurutnya, bukan angsa yang cocok untuk menggambarkan keluarga Cendana, melainkan merpati.

Sebab, merpati menggambarkan kebebasan dan kelincahan. Merpati lambang makhluk yang diam tanpa suara, tapi dapat terbang ke sana-sini.

Apa yang ada di benak Basoeki sejalan dengan pikiran Mbak Tutut dan Titiek. Merpati lebih cocok dari pada angsa. Lukisan sekawanan merpati dengan kanvas berukuran besar pun jadi.

Setelah dibayar lunas, dengan penuh kehormatan lukisan merpati itu kemudian ditempatkan sebagai elemen dekorasi utama rumah keluarga Cendana. Sementara lukisan angsa jadinya dibeli oleh Mbak Tutut.

Keberadaan lukisan merpati disambut dengan luapan rasa bahagia. Mungkin saking gembiranya, Pak Harto dan Bu Tien menyuruh anak, menantu dan cucunya membubuhkan tanda tangan dengan spidol emas di masing-masing tubuh lukisan merpati Basoeki.

Pesta pernikahan ke-40 itu menarik perhatian masyarakat dan media. Mengetahui hasil karyanya ada imbuhan tanda tangan, Basoeki Abdullah sontak gusar. Ia menyebut keluarga Cendana vandalistik.

Basoeki menilai Pak Harto telah menganggap setiap benda yang dibeli adalah seratus persen hak milik, dan itu menurut pandangannya keliru.

Bagi Basoeki pemilik lukisan sesungguhnya hanya mengantongi hak guna pakai, meski tanpa batas waktu. Sebab di dalam karya seni berlaku undang-undang hak cipta.

Basoeki menelepon Bu Tien untuk menyampaikan protesnya, namun tidak tersambung. Berkali-kali telepon, tidak tersambung. Meski demikian kekecewaan Basoeki Abdullah sampai juga ke telinga Pak Harto. Diam-diam Pak Harto memahami kekesalan Basoeki.

Empat tahun kemudian, yakni tepatnya 4 Juni 1991. Ibu Tien meminta Basoeki Abdullah membuat pameran tunggal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Basoeki bersedia.

Saat membuka acara pameran tunggal itu, rasa kagum Presiden Soeharto tertuju pada lukisan pohon bambu yang berjudul Rumpun Bambu, Panjanglah Umurmu. Lukisan itu seolah begitu nyata. Tangan Pak Harto mengelus permukaan kanvasnya.

Tiba-tiba Pak Harto berbisik ke telinga Basoeki Abdullah yang berdiri di sampingnya.

“Pak Basoeki, saya punya utang, ya,” bisik Pak Harto seperti dikutip dari buku Basoeki Abdullah Sang Hanoman Keloyongan.

Basoeki Abdullah terkejut dan sempat bingung, namun segera menimpali balik, utang yang tidak dimengertinya.

Pak Harto hanya tersenyum. Basoeki Abdullah hanya bisa menduga, utang yang dimaksud mungkin terkait persoalan vandalisme atas lukisan merpatinya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dapat Laporan...
Prabowo Dapat Laporan Puskesmas di Miangas Belum Pernah Diperbaiki Sejak Era Soeharto
Kisah Jenderal Rudini,...
Kisah Jenderal Rudini, KSAD Pilihan Soeharto yang Bikin Kecewa Ibu Tien
Satu Kuas, Satu Cerita:...
Satu Kuas, Satu Cerita: Lukisan Wajah dari Pinggir Jalan Kota Tua
Wujudkan Swasembada...
Wujudkan Swasembada Pangan, Kepala NFA-Ketua Komisi IV Kunjungi Pengembangan Benih Padi
Kisah Yoga Sugama, Jenderal...
Kisah Yoga Sugama, Jenderal Intelijen yang Berani Bisiki Soeharto Mundur dan Tak Melanjutkan Kekuasaan
Kisah Jenderal M Jusuf,...
Kisah Jenderal M Jusuf, Sosok yang Berani Gebrak Meja di Depan Presiden Soeharto
ART with HEART 2026...
ART with HEART 2026 Perluas Akses Seniman Difabel ke Dunia Seni dan Pasar Kreatif
Pameran Lukisan Wajah...
Pameran Lukisan Wajah 80 Tokoh
Tong Sampah Jadi Media...
Tong Sampah Jadi Media Seni untuk Gaungkan Edukasi Lingkungan
Rekomendasi
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Terungkap! Andri Mulyono...
Terungkap! Andri Mulyono Kongkalikong dengan PPK untuk Dapat Proyek Pengadaan Motor Listrik BGN
Hidayat Batubara Daftar...
Hidayat Batubara Daftar Balon Ketua POBSI Sumut
Berita Terkini
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Infografis
Mahasiswi ITB Ditangkap...
Mahasiswi ITB Ditangkap Gara-gara Meme Prabowo dan Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved