Heboh Makam Syekh Subakir di Tulungagung, Penyebar Islam Asal Persia yang Menumbali Tanah Jawa
Rabu, 25 Januari 2023 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
Sebuah musala atau langgar berada di seberang jalan makam. Pendirian langgar itu, kata Tunjung juga terkait dengan keberadaan makam Syekh Subakir. "Panjang makam sekitar tiga meter," terangnya.
Sejumlah sumber menyebut, Syekh Subakir berasal dari Persia. Kedatangannya ke pulau Jawa jauh sebelum Wali Songo datang. Sebagian umat Islam meyakini Syekh Subakir yang menumbali (menanam tumbal) tanah Jawa.
Tumbal ditanam agar kelak pulau Jawa yang dikenal angker itu, bisa lebih mudah dihuni umat Islam. Dalam Atlas Wali Songo disebutkan, ada sejumlah tempat di pantai utara Jawa, yang dikenal dengan nama makam panjang.
Makam panjang ditemukan di Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, dan Jepara. Sama dengan di Tulungagung, Blitar maupun Magelang. Ada yang meyakini makam panjang hanya petilasan Syekh Subakir.
Baca juga: Memilukan! Mahasiswi Cianjur Selvi Amalia Tewas Tertabrak Rombongan Mobil Polda Metro Jaya, Cek Faktanya
Seingat Tunjung, sewaktu ia kecil lokasi situs Syekh Subakir itu dulunya berupa gundukan tanah yang panjang. Sebagian warga desa meyakini sebagai tempat keramat. "Tapi setahu saya, warga tidak menjadikan sebagai tempat nyadran," kata Tunjung.
Entah bagaimana ceritanya, pada tahun 2000, gundukan tanah itu kemudian dipugar, dan berubah menjadi sebuah makam. Saat pembongkaran berlangsung, kata Tunjung warga juga menemukan genting dan bata yang disinyalir kuno.
Sejumlah sumber menyebut, Syekh Subakir berasal dari Persia. Kedatangannya ke pulau Jawa jauh sebelum Wali Songo datang. Sebagian umat Islam meyakini Syekh Subakir yang menumbali (menanam tumbal) tanah Jawa.
Tumbal ditanam agar kelak pulau Jawa yang dikenal angker itu, bisa lebih mudah dihuni umat Islam. Dalam Atlas Wali Songo disebutkan, ada sejumlah tempat di pantai utara Jawa, yang dikenal dengan nama makam panjang.
Makam panjang ditemukan di Gresik, Lamongan, Tuban, Rembang, dan Jepara. Sama dengan di Tulungagung, Blitar maupun Magelang. Ada yang meyakini makam panjang hanya petilasan Syekh Subakir.
Baca juga: Memilukan! Mahasiswi Cianjur Selvi Amalia Tewas Tertabrak Rombongan Mobil Polda Metro Jaya, Cek Faktanya
Seingat Tunjung, sewaktu ia kecil lokasi situs Syekh Subakir itu dulunya berupa gundukan tanah yang panjang. Sebagian warga desa meyakini sebagai tempat keramat. "Tapi setahu saya, warga tidak menjadikan sebagai tempat nyadran," kata Tunjung.
Entah bagaimana ceritanya, pada tahun 2000, gundukan tanah itu kemudian dipugar, dan berubah menjadi sebuah makam. Saat pembongkaran berlangsung, kata Tunjung warga juga menemukan genting dan bata yang disinyalir kuno.
Lihat Juga :