Dukung Tindakan Tegas Terhadap Koruptor, Tokoh Agama Papua Sebut Korupsi Sengsarakan Umat

Kamis, 19 Januari 2023 - 21:00 WIB
loading...
A A A
"Korupsi mengakibatkan pembangunan infrastruktur dasar, tidak berjalan dengan baik. Korupsi mengakibatkan banyak umat Tuhan, dan masyarakat di tanah Papua, mengalami ketidak adilan. Korupsi mengakibatkan banyak hal tidak dikerjakan dan tidak dibangun di atas tanah Papua ini. Masyarakat menderita, kesejahteraan mereka terus memburuk akibat dananya dicuri oleh para koruptor. Jangan bela koruptor," ucapnya.

Dia juga meminta semua pihak turut bersama menjaga Kamtibmas di Papua, dan tidak terprovokasi atas aktivitas-aktivitas melanggar hukum. "Saya mengimbau kepada semua umat Tuhan yang ada di Papua, tetap menjalankan aktivitasnya, menjalankan ibadahnya seperti biasa. Menjaga Kamtibmas, dan tidak melakukan akktivitas-aktivitas yang melanggar undang-undang. Mari kita tetap menjaga tanah Papua, dan berdoa untuk kesejahtraan serta keamanan," kata Pendeta Joop.

Baca juga: Video Detik-detik Wanita Pengendara Motor Terlindas Rantis TNI di Purwakarta

Dikatakannya, Papua adalah miniatur Indonesia, semua suku dan budaya dengan latar belakang berbeda-beda ada di Papua. Sehingga, sudah sepatutnya Papua sebagai rumah bersama ini, harus bersama-sama dijaga kedamainnya.

"Ada kedamaian tentu ada keamanan, dan sebaliknya. Oleh karena itu saya katakan, Papua ini adalah rumah bersama yang perlu kita jaga, di sini semua suku ras dan golongan ada. Mari kita jaga bersama-sama untuk kesejahtraan, dan kedamaian di tanah Papua," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Kejari Manggarai Barat...
Kejari Manggarai Barat Setor Rp2 Miliar Uang Korupsi ke Kas Negara
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Rekomendasi
Ruben Onsu Siap Gugat...
Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak dari Sarwendah
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Berita Terkini
71 Kali Gempa Susulan...
71 Kali Gempa Susulan Terjadi Pascagempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
4 Upaya Penyelundupan...
4 Upaya Penyelundupan Narkoba ke Lapas dan Rutan Salemba Digagalkan, Disembunyikan di Organ Intim hingga Botol Obat
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Gempa M6,7 di Palu Sulteng...
Gempa M6,7 di Palu Sulteng Akibat Aktivitas Sesar Sausu, bukan Palu-Koro yang Legendaris
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Infografis
Gibran Tegas Bantah...
Gibran Tegas Bantah Terlibat Korupsi Bansos Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved