Disnaker Tasikmalaya dan 50 Pendamping Kerja Dukung Sosialisasi SPSK
Kamis, 19 Januari 2023 - 16:25 WIB
loading...
A
A
A
Dalam kesepakatan Technical Agreement Indonesia-Arab Saudi, 49 P3MI yang telah ditunjuk sebagai pelaksana penempatan pekerja migran Indonesia untuk melakukan pendataan awal terhadap pencari kerja yang memenuhi kriteria bekerja di Arab Saudi melalui program SPSK.
Ketua Divisi Saudi Arabia Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Anggi Muhammad Nur mengingatkan para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk berhati-hati menerima tawaran dari P3MI yang tidak terdaftar dalam technical agreement (TA) Indonesia-Arab Saudi.
"Jika ada P3MI yang mengajak atau menjanjikan CPMI bekerja ke Arab Saudi diluar 49 P3MI yang telah ditunjuk pemerintah, patut diduga PT tersebut unprosedural. Dan tolong info ke saya nama PT tersebut tegas," ujar Anggi dihadapan 50 Pendamping Kerja, perwakilan Disnaker Tasikmalaya dan Kepala Desa.
Anggie yang juga sebagai Bendahara Satgas P2MI Projo ini menjelaskan, tahapan atau alur CPMI yang ingin bekerja di Arab Saudi melalui program SPSK.
"Ketika Sarikah memberikan job order melalui aplikasi Musaned dan aplikasi siap kerja barulah dikeluarkan Surat izin Perekrutan dari BP2MI untuk dilakukan wawancara atau interview dan VFS, setelah itu medical check up dan mendapat pelatihan di BLK segaligus asuransi BPJS dan Asuransi Swasta sehingga CPMI mendapat 2 asuransi," sebutnya.
Ketua Divisi Saudi Arabia Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Anggi Muhammad Nur mengingatkan para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) untuk berhati-hati menerima tawaran dari P3MI yang tidak terdaftar dalam technical agreement (TA) Indonesia-Arab Saudi.
"Jika ada P3MI yang mengajak atau menjanjikan CPMI bekerja ke Arab Saudi diluar 49 P3MI yang telah ditunjuk pemerintah, patut diduga PT tersebut unprosedural. Dan tolong info ke saya nama PT tersebut tegas," ujar Anggi dihadapan 50 Pendamping Kerja, perwakilan Disnaker Tasikmalaya dan Kepala Desa.
Anggie yang juga sebagai Bendahara Satgas P2MI Projo ini menjelaskan, tahapan atau alur CPMI yang ingin bekerja di Arab Saudi melalui program SPSK.
"Ketika Sarikah memberikan job order melalui aplikasi Musaned dan aplikasi siap kerja barulah dikeluarkan Surat izin Perekrutan dari BP2MI untuk dilakukan wawancara atau interview dan VFS, setelah itu medical check up dan mendapat pelatihan di BLK segaligus asuransi BPJS dan Asuransi Swasta sehingga CPMI mendapat 2 asuransi," sebutnya.
Lihat Juga :