Rusak Parah, 8 Titik Jalan Trans Merauke-Tanah Merah Sebabkan Kemacetan
Senin, 13 Juli 2020 - 20:18 WIB
Tokoh Adat di Distrik Arembet, Paskalis Aurop (85), kesal karena proyek jalan itu sudah berlangsung tahunan namun tetap saja tidak beres. Masih banyak titik yang rusak parah. Sementara kontraktor mengaku sudah menyelesaikan proyek tahun lalu.
"Saya atas nama kepala adat Arembet mendesak agar jalan-jalan ini segera diperbaiki. Sudah lama proyek pembangunan jalan di sini, tapi tetap saja banyak yang masih rusak. Saya minta agar jalan ini segera diperbaiki agar ekonomi Papua bagian Selatan jadi baik," kata Paskalis Aurop dalam sebuah pernyataan, Senin (13/7/2020).
Proyek jalan ini menelan biaya ratusan miliar rupiah. Hotmix yang digunakan terlalu tipis. Tebalnya hanya satu sentimeter. Sehingga aspal gampang terkelupas dihantam truk-truk bermuatan 7-9 ton. Banyak jalan yang rusak.
Selain itu, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan sebaiknya menyediakan timbangan kendaraan untuk mengontrol Trans Merauke ke Tanah Merah. Jika tidak, pembangunan yang sudah menelan ratusan miliar itu akan sia-sia.
"Saya atas nama kepala adat Arembet mendesak agar jalan-jalan ini segera diperbaiki. Sudah lama proyek pembangunan jalan di sini, tapi tetap saja banyak yang masih rusak. Saya minta agar jalan ini segera diperbaiki agar ekonomi Papua bagian Selatan jadi baik," kata Paskalis Aurop dalam sebuah pernyataan, Senin (13/7/2020).
Proyek jalan ini menelan biaya ratusan miliar rupiah. Hotmix yang digunakan terlalu tipis. Tebalnya hanya satu sentimeter. Sehingga aspal gampang terkelupas dihantam truk-truk bermuatan 7-9 ton. Banyak jalan yang rusak.
Selain itu, pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan sebaiknya menyediakan timbangan kendaraan untuk mengontrol Trans Merauke ke Tanah Merah. Jika tidak, pembangunan yang sudah menelan ratusan miliar itu akan sia-sia.
(nag)
Lihat Juga :