Takut Diserobot, Seni Tiban Kediri Segera Dipatenkan
Rabu, 11 Januari 2023 - 23:11 WIB
Seni Tiban seringkali disebut kesenian meminta hujan. Kesenian ini menampilkan dua orang laki-laki yang berlaga dengan cemeti. Dengan iringan gamelan, kedua orang yang berdiri di tengah gelanggang, saling mencambuk punggung masing-masing.
Kucuran darah yang berasal dari luka cambuk ditambah doa kepada yang maha pencipta diharapkan bisa mengakhiri musim kemarau panjang. Dari penelusuran di lapangan, seni Tiban tidak hanya digelar di wilayah Kabupaten Kediri.
Setiap musim kemarau panjang, sebagian warga Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek juga menggelar seni Tiban. Tiban terus digelar hingga kemarau berganti penghujan.
Menurut Mas Dhito begitu Hanindhito biasa disapa, Kabupaten Kediri melimpah budaya tradisional. Kebudayaan tersebut masih tumbuh subur di masyarakat.
Baca juga: Gegara Masukkan Uang Rusak Puluhan Juta ke Mesin ATM, Pria di Surabaya Divonis 1 Tahun 2 Bulan
Kucuran darah yang berasal dari luka cambuk ditambah doa kepada yang maha pencipta diharapkan bisa mengakhiri musim kemarau panjang. Dari penelusuran di lapangan, seni Tiban tidak hanya digelar di wilayah Kabupaten Kediri.
Setiap musim kemarau panjang, sebagian warga Kabupaten Blitar, Tulungagung dan Trenggalek juga menggelar seni Tiban. Tiban terus digelar hingga kemarau berganti penghujan.
Menurut Mas Dhito begitu Hanindhito biasa disapa, Kabupaten Kediri melimpah budaya tradisional. Kebudayaan tersebut masih tumbuh subur di masyarakat.
Baca juga: Gegara Masukkan Uang Rusak Puluhan Juta ke Mesin ATM, Pria di Surabaya Divonis 1 Tahun 2 Bulan
Lihat Juga :