Pimpinan DPRD Kobar Desak Pihak Sekolah Hentikan Pungli Siswa Baru

Senin, 13 Juli 2020 - 14:27 WIB
Ia melanjutkan, bahkan ada laporan pihak sekolah meminta membeli seragam baju adat yang digunakan untuk HUT Kobar, hal seperti ini tentu sangat membebankan orang tua murid. Apalagi disaat wabah virus corona sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.

Tak hanya itu, lanjut Mulyadin disalah satu sekolah melakukan pungutan untuk pembelian meja dan kursi sebesar Rp400 ribu. Dimana menurutnya pungutan tersebut sangat tidak masuk akal dan sangat membebankan orang tua murid. (Baca: Gaji Guru Honorer Cuma Bisa untuk Beli Bedak).

Untuk diketahui, sarana dan prasarana pendidikan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, sehingga pihak sekolah jika memang memerlukan meubeler bisa menyampaikan proposal kepada Dinas terkait. Jangan dibebankan kepada orang tua, apalagi pungutan untuk pembuatan taman.

"Kami minta dinas terkait segera menindaklanjuti keluhan masyarakat, dan kami sangat mendukung serta mengapresiasi Wakil Bupati Kobar yang langsung melakukan sidak ke sekolah sekolah," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!