Yuni Astuti: 2023, Perindo Gaspol Songsong Angka 2 Digit
Sabtu, 31 Desember 2022 - 22:23 WIB
Yuni Astuti. Foto: Istimewa
JOGJAKARTA - Tahun 2023 akan menjadi tahun politik. Tahun 2023 akan menjadi gerbang masuk menuju Pemilu 2024, konsolidasi politik hingga masa kampanye terbuka akan diselenggarakan di tahun 2023.
Ketua DPW Perindo DIY, Yuni Astuti menilai, tahun 2023 akan menjadi tahun pembuka pesta demokrasi. Aura pesta demokrasi akan sangat terasa di tahun 2023.
Partai politik, kata Yuni Astuti akan berebut pengaruh dan massa jelang Pemilu 2024. Tentunya kondisi ini harus dipahami bersama jika tahun politik haruslah menjadi tahun yang menggembirakan.
Baca juga: Partai Perindo Wujudkan Indonesia Maju
"Tahun 2023 akan menjadi tahun politik jelang pesta demokrasi. Selayaknya pesta, tentu suasananya harus menggembirakan bagi masyarakat. Jangan sampai di tahun politik justru menjadi ajang perpecahan atau sesuatu yang menyeramkan," kata Yuni Astuti, Sabtu (31/12/2022).
"Ajaklah masyarakat untuk terlibat dan mensukseskan Pemilu 2024 dengan gembira. Didik masyarakat dengan cerdas agar tak ada lagi polarisasi atau perpecahan karena politik. Beda pilihan itu biasa tapi tujuannya sama yaitu mensejahterakan masyarakat," sambung Yuni Astuti.
Ketua DPW Perindo DIY, Yuni Astuti menilai, tahun 2023 akan menjadi tahun pembuka pesta demokrasi. Aura pesta demokrasi akan sangat terasa di tahun 2023.
Partai politik, kata Yuni Astuti akan berebut pengaruh dan massa jelang Pemilu 2024. Tentunya kondisi ini harus dipahami bersama jika tahun politik haruslah menjadi tahun yang menggembirakan.
Baca juga: Partai Perindo Wujudkan Indonesia Maju
"Tahun 2023 akan menjadi tahun politik jelang pesta demokrasi. Selayaknya pesta, tentu suasananya harus menggembirakan bagi masyarakat. Jangan sampai di tahun politik justru menjadi ajang perpecahan atau sesuatu yang menyeramkan," kata Yuni Astuti, Sabtu (31/12/2022).
"Ajaklah masyarakat untuk terlibat dan mensukseskan Pemilu 2024 dengan gembira. Didik masyarakat dengan cerdas agar tak ada lagi polarisasi atau perpecahan karena politik. Beda pilihan itu biasa tapi tujuannya sama yaitu mensejahterakan masyarakat," sambung Yuni Astuti.
Lihat Juga :