Sinkronisasi Data Kunci Penyusunan Kebijakan Tepat Sasaran
Kamis, 08 Desember 2022 - 21:47 WIB
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Eva Susanti mengatakan, perbedaan data ini terjadi lantaran adanya perbedaan metodologi pengambilan data mulai dari sampel yang diteliti hingga cara menghitung hasil.
“Beda cara pengambilan datanya, sampel yang diteliti serta cara hitungnya maka ini semua mempengaruhi hasil,” ujar Eva kepada wartawan. Tidak ada detail terkait metode apa yang membuat angka hasil survei menjadi sangat jauh berbeda.
Perbedaan metodologi ini, menurut Eva yang membuat hasil antara Susenas dan Riskesdas berbeda. Akan tetapi, ia bersikeras bahwa hasil Riskesdas lebih valid dan akurat menurut Kementerian Kesehatan. “Riskesdas 5 tahun sekali, tahun depan ada lagi, tunggu saja,” kata Eva.
“Beda cara pengambilan datanya, sampel yang diteliti serta cara hitungnya maka ini semua mempengaruhi hasil,” ujar Eva kepada wartawan. Tidak ada detail terkait metode apa yang membuat angka hasil survei menjadi sangat jauh berbeda.
Perbedaan metodologi ini, menurut Eva yang membuat hasil antara Susenas dan Riskesdas berbeda. Akan tetapi, ia bersikeras bahwa hasil Riskesdas lebih valid dan akurat menurut Kementerian Kesehatan. “Riskesdas 5 tahun sekali, tahun depan ada lagi, tunggu saja,” kata Eva.
(nag)
Lihat Juga :