Kompetisi Geoteknik Mahasiswa Nasional 2022 Dukung Pembangunan IKN
Sabtu, 26 November 2022 - 05:38 WIB
Para Juara memperoleh sertifikat dari Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI), trophi dan hadiah uang tunai. Juara 1, 2 dan 3 masing-masing memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp10.000.000, Rp7.500.000 dan Rp5.000.000. Sedangkan Juara Harapan 1 dan Juara Harapan 2 masing-masing memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp1.000.000.
Penetapan para juara itu dilakukan setelah para tim finalis menyelesaikan laporan, presentasi dan tanya-jawab hasil perancangan geoteknik masing-masing di hadapan dewan juri pada tanggal 24 November 2022. Setiap tim finalis diminta untuk melakukan perancangan geoteknik berupa perbaikan tanah lunak dalam waktu 14 jam.
“Kami menetapkan para juara berdasarkan nilai rata-rata yang diberikan oleh juri pada laporan, presentasi dan tanya-jawab hasil perancangan geoteknik yang dilakukan oleh masing-masing Tim Finalis pada tanggal 24 November 2022," terang Ketua Dewan Juri, Wahyu P. Kuswanda Kamis (24/11/2022) malam.
Tim Kuya Earthbender dari ITB mengatakan, selama persiapan kompetisi ini, mereka lebih banyak belajar dari tahun-tahun sebelumnya. Kemudian juga meminta arahan kepada dosen pembimbing Hendra Susila.
"Beliau banyak mengarahkan, kami juga bertanya kepada kakak-kakak tingkat mencari inspirasi dan cara untuk menjadi juara," ungkap Ketua Tim Kuya Earthbender dari ITB, Ilham Rahardian.
Ia mengatakan, untuk materi lomba sendiri tak jauh dari disiplin ilmu mereka. Yaitu mengenai perbaikan tanah untuk lereng dengan sejumlah metode. "Kami mencoba menerapkan perbaikan lereng dengan cara perkuatan geotextile dan juga perkuatan permukaan dengan gabion," ujarnya.
Atas kemenangan ini, Tim Kuya Earthbender dari ITB merasa senang dapat membawa pulang gelar juara.
Penetapan para juara itu dilakukan setelah para tim finalis menyelesaikan laporan, presentasi dan tanya-jawab hasil perancangan geoteknik masing-masing di hadapan dewan juri pada tanggal 24 November 2022. Setiap tim finalis diminta untuk melakukan perancangan geoteknik berupa perbaikan tanah lunak dalam waktu 14 jam.
“Kami menetapkan para juara berdasarkan nilai rata-rata yang diberikan oleh juri pada laporan, presentasi dan tanya-jawab hasil perancangan geoteknik yang dilakukan oleh masing-masing Tim Finalis pada tanggal 24 November 2022," terang Ketua Dewan Juri, Wahyu P. Kuswanda Kamis (24/11/2022) malam.
Tim Kuya Earthbender dari ITB mengatakan, selama persiapan kompetisi ini, mereka lebih banyak belajar dari tahun-tahun sebelumnya. Kemudian juga meminta arahan kepada dosen pembimbing Hendra Susila.
"Beliau banyak mengarahkan, kami juga bertanya kepada kakak-kakak tingkat mencari inspirasi dan cara untuk menjadi juara," ungkap Ketua Tim Kuya Earthbender dari ITB, Ilham Rahardian.
Ia mengatakan, untuk materi lomba sendiri tak jauh dari disiplin ilmu mereka. Yaitu mengenai perbaikan tanah untuk lereng dengan sejumlah metode. "Kami mencoba menerapkan perbaikan lereng dengan cara perkuatan geotextile dan juga perkuatan permukaan dengan gabion," ujarnya.
Atas kemenangan ini, Tim Kuya Earthbender dari ITB merasa senang dapat membawa pulang gelar juara.
Lihat Juga :