6 Raja Wanita Penguasa Nusantara, Nomor 3 Pegang Peran Besar di Majapahit

Senin, 21 November 2022 - 15:01 WIB
Sultanah Safiatuddin merupakan putri tertua dari Sultan Iskandar Muda, yang pernah menjadi raja di Kesultanan Aceh Darussalam. Dia memiliki gelar Paduka Sri Sultanah Ratu Safiatuddin Tajul Alam Syah Johan Berdaulat Zillu Ilahi fi'I Alam.

Selama memerintah selama 35 tahun, Sultanah Safiatuddin membentuk barisan perempuan pengawal istana yang turut bertempur di dalam Perang Malaka pada tahun 1639. Pada masa kekuasaannya ini ilmu dan kesusastraan juga mulai berkembang pesat di Aceh.

Hal itu dikarenakan Sultanah Safiatuddin dikenal sebagai sosok yang cerdas, bahkan diketahui dia menguasai empat bahasa lain yakni Bahasa Arab, Persia, Spanyol, dan Urdu.

3. Ratu Tribhuwanattunggadewi Jayawisnuwarddhani - Majapahit

Dikutip dari jurnal bertajuk "Kedudukan dan Peran Perempuan Dalam Masa Jawa Kuno : Era Majapahit", sepeninggal Jayanegara, Gajah Mada memohon pada Dyah Gayatri agar menjadi penguasa Majapahit berikutnya. Namun sang ratu yang telah sepuh menolaknya dengan halus dan mengajukan putrinya Tribhuwanattunggadewi sebagai penguasa berikutnya.

Tugas dari sang raja perempuan ini ialah untuk memperbaiki kekacauan yang terjadi setelah era Jayanegara. Dialah yang mengangkat Gajah Mada menjadi mahapatih dan menghasilkan Sumpah Palapa.

Selain itu Tribhuwanottunggadewi juga berperan dalam menaklukkan wilayah Sadengan, Keta, Sumatera, dan Bali. Serta mendapat kepercayaan penuh dari rakyatnya. Dia memerintah selama 22 tahun sebelum akhirnya takhta diserahkan pada putranya Hayam Wuruk pada 1350 M.

Baca juga : Kisah Siasat Raja Mataram Utus Wanita Cantik untuk Taklukkan Madiun

4. Ratu Dyah Suhita - Majapahit
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!