Persiapan Piala Dunia U-20, Shelter PKL di Stadion Harus Dibongkar
Rabu, 08 Juli 2020 - 15:45 WIB
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo
SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bakal membongkar shelter di seputar Stadion Manahan terkait persiapan piala dunia U-20 tahun 2021 mendatang.
Sesuai rekomendasi FIFA, kawasan stadion harus bersih dari pedagang kaki lima (PKL) 6 bulan sebelum perhelatan. (Baca juga: Ketum PSSI Puji Stadion Manahan Solo untuk Venue Piala Dunia U-20 )
“Saat ini kami masih mencari solusi untuk tempat PKL. Karena 6 bulan sebelum piala dunia harus steril,” kata Wali Kota Solo FX Rudyatmo di Balai Kota Solo, Rabu (8/7/2020).
Karena harus steril, maka shelter yang menempel di pagar stadion harus dibongkar. Demikian pula di dalam kawasan stadion juga harus steril, termasuk tidak boleh ada kegiatan pedagang.
Jika ingin makan, maka penonton harus di luar stadion mengingat radius 1 kilometer harus steril. Sedangkan untuk lapangan pendukung, saat ini baru dibahas dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Wali Kota memastikan lima lapangan pendukung statusnya merupakan milik Pemkot Solo semua.
Sedangkan untuk anggaran, untuk tahun 2020 Pemkot Solo belum memiliki karena tersedot untuk penanganan COVID-19. Sementara, renovasi stadion pendukung tidak boleh dibebankan seluruhnya ke pemerintah pusat. Lima lapangan pendukung yang rencananya dipakai adalah Stadion Sriwedari, lapangan banyuanyar, Lapangan Karangasem, dan lapangan Sriwaru.
Sesuai rekomendasi FIFA, kawasan stadion harus bersih dari pedagang kaki lima (PKL) 6 bulan sebelum perhelatan. (Baca juga: Ketum PSSI Puji Stadion Manahan Solo untuk Venue Piala Dunia U-20 )
“Saat ini kami masih mencari solusi untuk tempat PKL. Karena 6 bulan sebelum piala dunia harus steril,” kata Wali Kota Solo FX Rudyatmo di Balai Kota Solo, Rabu (8/7/2020).
Karena harus steril, maka shelter yang menempel di pagar stadion harus dibongkar. Demikian pula di dalam kawasan stadion juga harus steril, termasuk tidak boleh ada kegiatan pedagang.
Jika ingin makan, maka penonton harus di luar stadion mengingat radius 1 kilometer harus steril. Sedangkan untuk lapangan pendukung, saat ini baru dibahas dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Wali Kota memastikan lima lapangan pendukung statusnya merupakan milik Pemkot Solo semua.
Sedangkan untuk anggaran, untuk tahun 2020 Pemkot Solo belum memiliki karena tersedot untuk penanganan COVID-19. Sementara, renovasi stadion pendukung tidak boleh dibebankan seluruhnya ke pemerintah pusat. Lima lapangan pendukung yang rencananya dipakai adalah Stadion Sriwedari, lapangan banyuanyar, Lapangan Karangasem, dan lapangan Sriwaru.
Lihat Juga :