Tak Terima Dinasihati, Pemuda Tikam Paman yang Sedang Salat hingga Tewas
Rabu, 08 Juli 2020 - 14:16 WIB
Junaidi (66) warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang meregang nyawa setelah ditusuk diduga keponakannya sendiri, DD (33). (Foto/SINDOnews/Berli Zulkanedi)
PALEMBANG - Junaidi (66) warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati Palembang meregang nyawa setelah ditusuk diduga keponakannya sendiri, DD (33).
Pelaku diduga tak terima ditegur atau dinasihati korban karena sering mabuk miras.
Peristiwa berdarah ini terjadi di rumah korban Selasa sore (7/7/2010) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, informasinya pelaku masuk dari pintu belakang dan langsung menusuk dari belakang saat korban sedang Salat Magrib. (BACA JUGA: Jadi Korban Begal Bersenpi, Wanita Hamil Terpaksa Jalan Kaki)
"Pelaku masih keponakan kandung. Saat kejadian memang sedang mabuk. Tidak tahu permasalahannya tapi yang jelas pelaku tidak senang ditegur dan dimarahi oleh korban,” ujar Dian (42), anak korban saat ditemui di RS Bhayangkara, Rabu (8/7/2020)
Pelaku diduga tak terima ditegur atau dinasihati korban karena sering mabuk miras.
Peristiwa berdarah ini terjadi di rumah korban Selasa sore (7/7/2010) sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, informasinya pelaku masuk dari pintu belakang dan langsung menusuk dari belakang saat korban sedang Salat Magrib. (BACA JUGA: Jadi Korban Begal Bersenpi, Wanita Hamil Terpaksa Jalan Kaki)
"Pelaku masih keponakan kandung. Saat kejadian memang sedang mabuk. Tidak tahu permasalahannya tapi yang jelas pelaku tidak senang ditegur dan dimarahi oleh korban,” ujar Dian (42), anak korban saat ditemui di RS Bhayangkara, Rabu (8/7/2020)
Lihat Juga :