Tokoh Masyarakat Jayapura Sebut Sudah Lama Merindukan Kedatangan KPK
Minggu, 13 November 2022 - 12:01 WIB
Naftali Felle, Kepala Suku di Kampung Abar, Sentani, Kabupaten Jayapura. (Ist)
JAYAPURA - KPK sudah memeriksa Gubernur Papua Lukas Enembe di rumah kediamannya di Koya Tengah, Jayapura. Namun lembaga antirasuah itu belum menahan Lukas yang berstatus tersangka kasus suap dan gratifikasi senilai Rp1 miliar. Hal ini lantaran Lukas Enembe masih dalam keadaan sakit, dan menjalani perawatan di kediaman pribadinya itu.
Setidaknya ada sementara pihak yang merasa lega atas kedatangan KPK untuk memeriksa orang nomor satu di Papua itu. Salah satunya adalah Naftali Felle, Kepala Suku di Kampung Abar, Sentani, Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, upaya-upaya yang tengah dilakukan KPK dalam rangka mengungkap kasus suap dan gratifikasi yang dituduhkan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, sudah tepat dan perlu didukung oleh seluruh masyarakat Papua.
“KPK bekerja bukan untuk diri sendiri tapi untuk kepentingan masyarakat, supaya dana-dana yang dialirkan dari pusat untuk kepentingan masyarakat bisa tersalurkan dengan benar sehingga kita merasa bahwa kami diperhatikan,” kata Naftali yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Abar, Sentani, ini.
Naftali menyebut, dalam berbagai pertemuan dan diskusi di kalangan tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Jayapura selama ini, pada umumnya mereka mengeluhkan seretnya aliran dana pembangunan ke kampung-kampung, karena berbagai sebab. Di antaranya karena adanya kepentingan elit-elit politik Papua.
“Kita tahu bersama masyarakat Papua selama ini kan meminta referendum itu karena apa, salah satu sebab itu mereka tidak rasakan dana-dana yang dikucurkan dari pusat. Karena itu tadi, di elit-elit politik di atas mereka memainkan dana-dana ini untuk kepentingan sendiri,” kata pensiunan PNS Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini.
Setidaknya ada sementara pihak yang merasa lega atas kedatangan KPK untuk memeriksa orang nomor satu di Papua itu. Salah satunya adalah Naftali Felle, Kepala Suku di Kampung Abar, Sentani, Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, upaya-upaya yang tengah dilakukan KPK dalam rangka mengungkap kasus suap dan gratifikasi yang dituduhkan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, sudah tepat dan perlu didukung oleh seluruh masyarakat Papua.
“KPK bekerja bukan untuk diri sendiri tapi untuk kepentingan masyarakat, supaya dana-dana yang dialirkan dari pusat untuk kepentingan masyarakat bisa tersalurkan dengan benar sehingga kita merasa bahwa kami diperhatikan,” kata Naftali yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Abar, Sentani, ini.
Naftali menyebut, dalam berbagai pertemuan dan diskusi di kalangan tokoh-tokoh masyarakat Kabupaten Jayapura selama ini, pada umumnya mereka mengeluhkan seretnya aliran dana pembangunan ke kampung-kampung, karena berbagai sebab. Di antaranya karena adanya kepentingan elit-elit politik Papua.
“Kita tahu bersama masyarakat Papua selama ini kan meminta referendum itu karena apa, salah satu sebab itu mereka tidak rasakan dana-dana yang dikucurkan dari pusat. Karena itu tadi, di elit-elit politik di atas mereka memainkan dana-dana ini untuk kepentingan sendiri,” kata pensiunan PNS Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini.
Lihat Juga :