Sepotong Senja 'Afrika Kecil' di Kaki Gunung Baluran

Jum'at, 04 November 2022 - 06:45 WIB
Habitat satwa liar seperti rusa, kerbau, monyet, banteng dan merak itu adalah penghuni tetap Taman Nasional Baluran yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan KabupatenSitubondo Jawa Timur tepatnya di Jalan Banyuwangi-Situbondo km 35, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih.

Taman Nasional Baluran yang memiliki luas 25.000 Ha ini sering dijuluki sebagai Africa Van Java atau Little Africa In Jawa karena bentang alamnya mirip dengan Afrika di mana terdapat padang savana luas penuh satwa liar. Sejauh mata memandang yang tampak adalah padang tandus, pohon-pohon yang kering dan bebatuan.

Wilayah Taman Nasional Baluran terbagi menjadi daratan seluas 85% dan wilayah perairan seluas 15% dengan garis pantai yang tergolong panjang, yaitu mencapai 42 km yang menjadi penyusun tanjung dan teluk.

Baca juga: Mengunjungi ‘Saudara Tua’ di Taman Nasional Tanjung Puting

Sejumlah satwa liar yang hidup di Taman Nasional Baluran adalah rusa, kerbau, banteng, monyet ekor panjang, dan burung merak. Keberadaan ekosistem savana beserta bentang alamnya yang menjadi ciri khas kawasan konservasi Taman Nasional Baluran. Nama dari taman nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di dekatnya, yaitu Gunung Baluran.



Foto/SINDOnews/Wahyono Sukoharyo

Secara garis besar keanekaragaman fauna dalam kawasan Taman Nasional Baluran dapat dikelompokkan ke dalam ordo mamalia (28 jenis), burung (196), ikan dan reptilia. Dari jenis-jenis yang diketahui tersebut 47 jenis merupakan satwa yang dilindungi undang-undang yaitu insektivora (5 jenis), karnivora (5), herbivora (4), burung (32) dan reptilia (1). Sementara mamalia besar yang khas di Taman Nasional Baluran adalah banteng (Bos javanicus) sebagai maskot.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!