Muslimat NU Harus Berkontribusi Turunkan Angka Stunting di Jatim
Selasa, 25 Oktober 2022 - 09:16 WIB
“Pemprov Jatim terus bekerja keras untuk menurunkan stunting serendah-rendahnya. Pak Presiden menergetkan angka stunting 14% di tahun 2024, ini akan menjadi kerja keras kita semua,” ujar Khofifah.
Khofifah menegaskan, penanganan stunting yang dilakukan Pemprov Jatim dengan melibatkan berbagai pihak. Yakni peran serta intansi vertikal, lintas organisasi masyarakat, perguruan tinggi , organisasi profesi dan mitra non pemerintah lainnya. "Dalam penanganan stunting di Jatim, terdapat dua macam intervensi," katanya.
Yakni intervensi spesifik (bidang kesehatan) kontribusinya sebesar 30% dan intervensi sensitif (bidang non kesehatan) dengan kontribusi sebesar 70%.
“Jadi kita terus melakukan berbagai upaya baik koordinasi lintas sektor. Kami terus melakukan edukasi, konseling, dan koordinasi. Baik soal gizi, makanan bayi dan anak, pelaksanaan imunisasi, sampai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin di posyandu,” katanya.
Khofifah menegaskan, penanganan stunting yang dilakukan Pemprov Jatim dengan melibatkan berbagai pihak. Yakni peran serta intansi vertikal, lintas organisasi masyarakat, perguruan tinggi , organisasi profesi dan mitra non pemerintah lainnya. "Dalam penanganan stunting di Jatim, terdapat dua macam intervensi," katanya.
Yakni intervensi spesifik (bidang kesehatan) kontribusinya sebesar 30% dan intervensi sensitif (bidang non kesehatan) dengan kontribusi sebesar 70%.
“Jadi kita terus melakukan berbagai upaya baik koordinasi lintas sektor. Kami terus melakukan edukasi, konseling, dan koordinasi. Baik soal gizi, makanan bayi dan anak, pelaksanaan imunisasi, sampai pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin di posyandu,” katanya.
(msd)
Lihat Juga :