Parah! Security Officer Perintahkan Match Steward Tinggalkan Pintu Stadion saat Tragedi Kanjuruhan
Kamis, 06 Oktober 2022 - 22:29 WIB
"Pintu stadion, yakni pintu 3, 10, 11, 12, 13, 14 tidak terbuka sempurna, karena telah ditinggalkan oleh match steward yang harusnya menjaga pintu tersebut, sampai seluruh penonton meninggalkan stadion," ujar Listyo.
Lebih lanjut Listyo mengungkapkan, pintu gerbang tersebut ditinggalkan oleh para match steward saat insiden terjadi, atas perintah tersangka berinisial tersangka SS selaku Security Officer Pertandingan Arema.
"Kondisi pintu gerbang hanya terbuka selebar 1,5 meter, dan terdapat besi yang melintang setinggi 5 cm, sehingga menghalangi para penonton yang akan keluar. Harusnya match steward menjaga pintu gerbang tersebut, sehingga pintu terbuka maksimal," terangnya.
Temuan lain yang didapatkan dari tersangka AH selaku Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema, diungkapkan Listyo, bahwa panitia pelaksana pertandingan mengabaikan permintaan dari keamanan untuk memajukan jadwal pertandingan.
Baca juga: 6 Orang Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Peran Mereka
Lebih lanjut Listyo mengungkapkan, pintu gerbang tersebut ditinggalkan oleh para match steward saat insiden terjadi, atas perintah tersangka berinisial tersangka SS selaku Security Officer Pertandingan Arema.
"Kondisi pintu gerbang hanya terbuka selebar 1,5 meter, dan terdapat besi yang melintang setinggi 5 cm, sehingga menghalangi para penonton yang akan keluar. Harusnya match steward menjaga pintu gerbang tersebut, sehingga pintu terbuka maksimal," terangnya.
Temuan lain yang didapatkan dari tersangka AH selaku Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema, diungkapkan Listyo, bahwa panitia pelaksana pertandingan mengabaikan permintaan dari keamanan untuk memajukan jadwal pertandingan.
Baca juga: 6 Orang Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Ini Peran Mereka
Lihat Juga :