Makam Syekh Mubin di Kebumen, Gurunya para Walisongo di Tanah Jawa

Sabtu, 04 Juli 2020 - 05:13 WIB
Karena, jika hal itu terus berlangsung maka secara tersirat rakyat pun akan selalu menderita. Dalam arti untuk mencari pangan dan pakan pun akan susah, sebab perekonomian pribumi diusung habis oleh Belanda. Oleh sebab itu, Sultan Hanyokro Kusumo menentang pertalian ayahandanya yang notabene orang nomor satu di Kerajaan Mataram Islam. Ia lari dari lingkungan Kerajaan kemudian sampailah di sebuah daerah pesisir selatan (Buluspesantren, Kebumen) hingga bertemu Syekh Mubin sekaligus mengabdi (berguru) kepadanya.

Dikawasan makam Syekh Mubin juga terdapat situs peninggalan berbentuk kayu dari jenis kayu laban. Konon, tunggak kayu ini dulu digunakan Sultan Agung untuk semedi atau bertapa. Konon, kayu ini dulu sebagai tempat bertapa salah satu dari sekian banyak murid Syekh Mubin yaitu Sultan Hanyokro Kusumo. Oleh karenanya, kayu ini pun dipercaya memiliki kekuatan yang tidak sembarangan. Menurut Suswanto (43) dan berdasarkan cerita fakta rakyat sekitar makam, kayu ini tidak mempan dipotong. Setiap akan memotongnya, setiap akan menghancurkannya dengan wadung (baca: kampak) ataupun dengan alat pemotong kayu lainnya, kayu ini berpindah tepat dengan sendirinya. Bahkan kampaknya pun akan hilang sendiri dengan sekejap ketika akan memotongnya, tak tahu kemana. Kayu laban memang pada dasarnya terkenal sebagai jenis kayu yang keras.

Lokasi pemakaman ini berjarak sekitar 1,5 kilometer dari jembatan Desa Pandan Lor, Klirong (Jl. Dendels, Jalur Selatan Kebumen-Yogyakarta) tak disangka terdapat situs Islam yang bersejarah. Tepatnya di Desa Ayam Putih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen. sudah berdiri tegak sebuah lokasi bangunan yang diberi nama “Makam Waliyulloh Syekh Mubin”.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!