Kurang Gizi Akibat Kemiskinan Masih Jadi Ancaman di Pandeglang
Jum'at, 30 September 2022 - 10:37 WIB
Nina, ibu dari Imaz menceritakan, anaknya mengonsumsi mi instant dan kental manis setiap harinya.
"Saya memberikan mi instan dan kental manis ke anak saya karena hanya mengandalkan gaji dari suami sebesar Rp750.000 per bulannya. Itu pun tidak cukup buat sehari-hari," ujar Nina, Kamis (29/9/2022).
Lebih lanjut Nina menjelaskan bahwa anaknya sangat gemar untuk jajan ke warung membeli mi dan kental manis dari pada makan makanan yang bergizi seperti sayur, daging, dan ayam.
Baca juga: Tekan Angka Balita Kurang Gizi, Gubernur NTT Minta Semua Bupati Temui Masyarakat
Salah satu kader Posyandu Desa Rawasari, Kabupaten Pandeglang bernama Ene, memaparkan jika saat pemantauan bulanan anak-anak di wilayah tersebut, berat badan Imaz sempat mengalami peningkatan.
"Saya memberikan mi instan dan kental manis ke anak saya karena hanya mengandalkan gaji dari suami sebesar Rp750.000 per bulannya. Itu pun tidak cukup buat sehari-hari," ujar Nina, Kamis (29/9/2022).
Lebih lanjut Nina menjelaskan bahwa anaknya sangat gemar untuk jajan ke warung membeli mi dan kental manis dari pada makan makanan yang bergizi seperti sayur, daging, dan ayam.
Baca juga: Tekan Angka Balita Kurang Gizi, Gubernur NTT Minta Semua Bupati Temui Masyarakat
Salah satu kader Posyandu Desa Rawasari, Kabupaten Pandeglang bernama Ene, memaparkan jika saat pemantauan bulanan anak-anak di wilayah tersebut, berat badan Imaz sempat mengalami peningkatan.
Lihat Juga :