Pintu Masuk Belajar, Orang Tua Harus Tahu Apa Itu Sensori Anak
Rabu, 11 Februari 2026 - 10:45 WIB
loading...
Ester Treviana dalam seminar parenting Dari Ketuntasan Sensori ke Calistung: Membangun Dasar Belajar Anak yang Kuat di Ungaran, Kabupaten Semarang, pekan lalu. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Konselor anak, Ester Treviana berpandangan, sensori adalah pintu masuk belajar. Menurutnya, semua informasi masuk ke otak anak melalui tubuh dan indera.
Di hadapan ratusan orang tua didik PAUD & TK Anak Cerdas Ungaran, Kabupaten Semarang, Ester mengaku seringkali menemui orang tua yang mengharapkan tumbuh kembang anak secara normal. "Sebelum anak bisa berpikir, ia harus merasa aman dan nyaman secara sensori," kata Ester saat berbicara dalam seminar parenting 'Dari Ketuntasan Sensori ke Calistung: Membangun Dasar Belajar Anak yang Kuat', di gedung Balairung, Balai Bahasa Jawa Tengah, Ungaran, pekan lalu. Baca juga: Bangun Generasi Tangguh, Ini Pola Asuh Tepat untuk Anak-anak Digital
Apa saja harapan orang tua pada anak? Ester membeberkan dua hal. Pertama, regulasi tubuh dan sensori. Ciri tersebut ditandai berfungsinya eksekutif, kemandirian, akademik, serta kualitas hidup.
Kedua, regulasi emosi, meliputi perkembangan, baik motorik, bahasa, dan emosi sosial. "Ketuntasan sensori ditandai dengan kondisi ketika sistem indera anak mampu menerima, mengolah, dan merespons rangsangan secara seimbang," lanjutnya.
Lantas, apa saja parameter ketuntasan sensori anak? Menurut Ester, anak mampu mengatur tubuh, merespons rangsangan dengan wajar, tenang secara emosi, stabil secara postur dan gerak, mengikuti aktivitas bermain dan belajar dengan nyaman, dan siap untuk fokus dan belajar. "Parents harus tahu bahwa ketuntasan sensori bukan berarti anak harus sempurna, tetapi cukup matang untuk menjalani aktivitas belajar tanpa stres berlebihan," tukasnya.
Di hadapan ratusan orang tua didik PAUD & TK Anak Cerdas Ungaran, Kabupaten Semarang, Ester mengaku seringkali menemui orang tua yang mengharapkan tumbuh kembang anak secara normal. "Sebelum anak bisa berpikir, ia harus merasa aman dan nyaman secara sensori," kata Ester saat berbicara dalam seminar parenting 'Dari Ketuntasan Sensori ke Calistung: Membangun Dasar Belajar Anak yang Kuat', di gedung Balairung, Balai Bahasa Jawa Tengah, Ungaran, pekan lalu. Baca juga: Bangun Generasi Tangguh, Ini Pola Asuh Tepat untuk Anak-anak Digital
Apa saja harapan orang tua pada anak? Ester membeberkan dua hal. Pertama, regulasi tubuh dan sensori. Ciri tersebut ditandai berfungsinya eksekutif, kemandirian, akademik, serta kualitas hidup.
Kedua, regulasi emosi, meliputi perkembangan, baik motorik, bahasa, dan emosi sosial. "Ketuntasan sensori ditandai dengan kondisi ketika sistem indera anak mampu menerima, mengolah, dan merespons rangsangan secara seimbang," lanjutnya.
Lantas, apa saja parameter ketuntasan sensori anak? Menurut Ester, anak mampu mengatur tubuh, merespons rangsangan dengan wajar, tenang secara emosi, stabil secara postur dan gerak, mengikuti aktivitas bermain dan belajar dengan nyaman, dan siap untuk fokus dan belajar. "Parents harus tahu bahwa ketuntasan sensori bukan berarti anak harus sempurna, tetapi cukup matang untuk menjalani aktivitas belajar tanpa stres berlebihan," tukasnya.
(poe)
Lihat Juga :