Ungkapan Penyesalan Ketua PKI DN Aidit Sebelum Tertangkap dan Ditembak Mati

Senin, 26 September 2022 - 10:37 WIB
Selama dikejar-kejar, kondisi fisik Aidit kurang bagus. Menurut Kusno, ia tidak bisa berjalan kaki jarak jauh. Kakinya lecet kena sepatu yang dipakainya, sehingga beberapa kali terpaksa digendong Kusno.

Pemandangan Aidit digendong Kusno dari satu desa ke desa lain menarik perhatian orang lain. "Apalagi ternyata Aidit disaat persembunyian itu masih mengenakan pakaian menteri".

Pada pertengahan Oktober 1965, Kusno diperintah Aidit untuk mencari kontak ke Jakarta. Kusno meninggalkan Aidit di rumah anggota PKI Jawa Tengah.

Seminggu sebelum penangkapan, Munir, salah seorang tokoh SOBSI (Sentral Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), mengaku sempat bertemu Aidit. Munir yang kelak tertangkap dalam operasi militer di Blitar Selatan, melihat Aidit sudah kehilangan semangat.

Dalam perbincangan singkatnya, ia melihat Aidit terlihat panik. Juga tidak tampak isyarat hendak melanjutkan perjuangan. Munir tidak menerima petunjuk apapun dari ketua partainya. Yang banyak terlihat dari Aidit justru rasa penyesalannya.

"Borjuasi memang kuat betul, sudah digoyang-goyang begitu rupa belum juga bisa tumbang!," keluh DN Aidit seperti dikutip dari G30S Dan Kejahatan Negara.

Baca: Cerita Terungkapnya PKI Blitar Selatan Berawal dari Sampah Bungkus Rokok.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!