Konspirasi Amangkurat I, Izinkan Belanda Bangun Benteng di Mataram Picu Pemberontakan

Jum'at, 16 September 2022 - 08:35 WIB
Pangeran Alit yang melihat rekannya dibunuh kemudian memberontak dengan menyerang keraton Plered. Serangan itu dapat ditumpas dan Pangeran Alit sendiri terbunuh dalam serangan itu. Takut akan ancaman lebih lanjut dari para ulama yang mendukung Pangeran Alit, Amangkurat I memerintahkan pembantaian terhadap para ulama beserta keluarganya.

Menurut laporan Rijcklof van Goens, sekitar 5.000 hingga 6.000 orang yang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak dibantai. Banyak rekan-rekan lama Sultan Agung yang pernah mengabdinya juga ikut dibunuh.

Baca juga: Puja Bhairawa, Ritual Minum Darah dan Bersetubuh hingga Makan Daging Manusia

Keluarga dekatnya juga turut menjadi korban. Pada 1659, Amangkurat I memerintahkan Pangeran Pekik, ayah mertuanya, beserta keluarganya dibunuh. Hal ini disebabkan karena Pangeran Pekik berani mengambil seorang gadis yang bernama Rara Oyi, yang hendak dijadikan sebagai selirnya, untuk dinikahkan pada Raden Mas Rahmat. Pangeran Purbaya, pamannya, hampir saja menjadi korban pembunuhan ketika ia diselamatkan oleh ibunya Amangkurat I.

Namun pada saat terjadi pertempuran di pusat Ibukota Kerajaan Mataram, Amangkurat I menderita luka-luka dan dilarikan oleh putranya ke Tegalwangi dan meninggal dunia di sana.

Amangkurat II pun menggantikan ayahnya memimpin Mataram (1677-1703 M). Ternyata di bawah pemerintahannya, Mataram menjadi semakin rapuh sehingga wilayah yang dikuasainya semakin sempit karena sudah dikuasai oleh Belanda. Karena merasa bosan tinggal di ibu kota kerajaan, akhirnya Amengkurat II kemudian mendirikan sebuah ibu kota baru di Desa Wonokerto yang diberi nama Kartasura.

Di Kartasura, Amengkurat II menjalankan pemerintahannya dengan sisa-sisa Kerajaan Mataram dan meninggal di sana pada tahun 1703 M. Setelah Amengkurat II meninggal, Kerajaan Mataram menjadi semakin suram dan sudah tidak mungkin untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang telah direbut oleh Belanda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!