PSBB Transisi Diperpanjang, Transportasi Kapasitasnya Tetap Dibatasi
Kamis, 02 Juli 2020 - 06:36 WIB
Dia menuturkan, Badan Pusat Statistik pernah membuat survei sosial demografi dampak Covid-19. Sebanyak 82,5% responden memilih opsi selain transportasi umum, sementara sisanya masih aktif menggunakan transportasi umum. Dari angka tersebut, baru 38,1% yang telah menjaga jarak atau social distancing setidaknya satu meter dari orang lain. "Bahkan sebagian masih mengaku tidak melakukan jaga jarak fisik. Nah, inilah yang harus kita semua perbaiki,” katanya.
Karena itu, Reisa berpesan kepada calon penumpang kendaraan umum agar benar-benar memperhatikan tujuh langkah protokol kesehatan. Protokol kesehatan dimaksud adalah dalam kondisi yang sehat, menggunakan kendaraan umum yang berpenumpang terbatas, menggunakan masker, sering cuci tangan atau minimal menggunakan hand sanitizer.
Selanjutnya hindari menyentuh area wajah seperti mata hidung dan mulut, tetap memperhatikan jaga jarak aman minimal satu meter dengan orang lain, dan menggunakan pelindung wajah jika kondisi kendaraan umum padat. “Angkutan umum adalah sarana rotasi yang dipromosikan oleh banyak negara karena ramah lingkungan dan lebih efektif mengurangi polusi,” jelas Reisa.
Kegiatan Belajar-Mengajar
Pemprov DKI Jakarta belum akan membuka kegiatan belajar-mengajar di sekolah meski jadwal tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli mendatang. Kegiatan belajar-mengajar tetap dilakukan di rumah pada tahun ajaran baru. (Lihat videonya: Tak Terima Sapinya Diusir, warga Berduel hingga Tewas)
Anies Baswedan mengatakan, risiko penularan korona di Indonesia khususnya Jakarta itu paling tinggi terjadi pada anak-anak. Untuk itu, pihaknya belum mengizinkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah meski jadwal tahun ajaran baru dimulai 13 Juli mendatang.
"Jadwal tahun ajaran baru tetap 13 Juli, tetapi tidak dilaksanakan di gedung sekolah. Semua dilakukan di rumah," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.
Dia menandaskan, pihaknya akan terus mengevaluasi perkembangan kasus korona di Jakarta untuk bisa memastikan kapan kegiatan belajar-mengajar di sekolah dilakukan. Dia pun berharap kepada seluruh masyarakat untuk menaati protokol kesehatan. (Bima Setiadi/Binti Mufarida)
Karena itu, Reisa berpesan kepada calon penumpang kendaraan umum agar benar-benar memperhatikan tujuh langkah protokol kesehatan. Protokol kesehatan dimaksud adalah dalam kondisi yang sehat, menggunakan kendaraan umum yang berpenumpang terbatas, menggunakan masker, sering cuci tangan atau minimal menggunakan hand sanitizer.
Selanjutnya hindari menyentuh area wajah seperti mata hidung dan mulut, tetap memperhatikan jaga jarak aman minimal satu meter dengan orang lain, dan menggunakan pelindung wajah jika kondisi kendaraan umum padat. “Angkutan umum adalah sarana rotasi yang dipromosikan oleh banyak negara karena ramah lingkungan dan lebih efektif mengurangi polusi,” jelas Reisa.
Kegiatan Belajar-Mengajar
Pemprov DKI Jakarta belum akan membuka kegiatan belajar-mengajar di sekolah meski jadwal tahun ajaran baru dimulai pada 13 Juli mendatang. Kegiatan belajar-mengajar tetap dilakukan di rumah pada tahun ajaran baru. (Lihat videonya: Tak Terima Sapinya Diusir, warga Berduel hingga Tewas)
Anies Baswedan mengatakan, risiko penularan korona di Indonesia khususnya Jakarta itu paling tinggi terjadi pada anak-anak. Untuk itu, pihaknya belum mengizinkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah meski jadwal tahun ajaran baru dimulai 13 Juli mendatang.
"Jadwal tahun ajaran baru tetap 13 Juli, tetapi tidak dilaksanakan di gedung sekolah. Semua dilakukan di rumah," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta kemarin.
Dia menandaskan, pihaknya akan terus mengevaluasi perkembangan kasus korona di Jakarta untuk bisa memastikan kapan kegiatan belajar-mengajar di sekolah dilakukan. Dia pun berharap kepada seluruh masyarakat untuk menaati protokol kesehatan. (Bima Setiadi/Binti Mufarida)
(ysw)
Lihat Juga :