FK Unair Kirim Tim Penurunan Angka Kematian Ibu di 20 Pulau Terpencil
Senin, 05 September 2022 - 19:43 WIB
FK Unair mengirimkan tim untuk membantu menurunkan angka kematian ibu (AKI) di 20 pulau terpencil di sekitar Madura, Senin (5/9/2022).Foto/ist
SURABAYA - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ( FK Unair ) mengirimkan tim untuk membantu menurunkan angka kematian ibu (AKI) di 20 pulau terpencil di sekitar Madura, Senin (5/9/2022).
Pengiriman tim ini untuk menjalankan misi kesehatan ibu dan anak bersama Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA). Pelepasan tim dilakukan Dekan FK Unair, Prof. Dr. Budi Santoso.
Menurut Budi Santoso, dalam misi kali ini, RSTKA tidak hanya menjalankan pelayanan kuratif, namun juga tindakan promotif dan preventif pada kesehatan maternal. Mulai dari ibu hamil dan bayi.
Baca juga; Komisi Yudisial Pantau Sidang Kasus Pencabulan Mas Bechi Terhadap Santriwati di PN Surabaya
"Kami harapkan ini berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi. Yang hingga saat ini menjadi fokus pemerintah," terangnya.
Dia menyebutkan, misi kali ini tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat umum. Namun juga memberikan workshop dan pendampingan kepada tenaga kesehatan setempat. Mengupdate pengetahuan mereka mengenai sistem perujukan dan tata laksana penanganan pada pasien ibu hamil dan melahirkan dengan keadaan tertentu.
Pengiriman tim ini untuk menjalankan misi kesehatan ibu dan anak bersama Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA). Pelepasan tim dilakukan Dekan FK Unair, Prof. Dr. Budi Santoso.
Menurut Budi Santoso, dalam misi kali ini, RSTKA tidak hanya menjalankan pelayanan kuratif, namun juga tindakan promotif dan preventif pada kesehatan maternal. Mulai dari ibu hamil dan bayi.
Baca juga; Komisi Yudisial Pantau Sidang Kasus Pencabulan Mas Bechi Terhadap Santriwati di PN Surabaya
"Kami harapkan ini berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi. Yang hingga saat ini menjadi fokus pemerintah," terangnya.
Dia menyebutkan, misi kali ini tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat umum. Namun juga memberikan workshop dan pendampingan kepada tenaga kesehatan setempat. Mengupdate pengetahuan mereka mengenai sistem perujukan dan tata laksana penanganan pada pasien ibu hamil dan melahirkan dengan keadaan tertentu.
Lihat Juga :