Poligami Tekan HIV/AIDS, Wagub Jabar Dinilai Ingin Dongkrak Popularitas
Selasa, 30 Agustus 2022 - 19:25 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Foto: Agung/SINDOnews
BANDUNG - Pernyataan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, soal poligami sebagai salah satu solusi untuk menekan kasus HIV/AIDS dinilai untuk mendongkrak popularitas diri.
Dugaan Uu tengah berupaya mendongkrak popularitasnya ditandai dengan seringnya Uu melontarkan pernyataan-pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Ya, bisa saja ada pandangan, bahwa Pak Uu sekarang banyak melontarkan statement untuk meningkatkan popularitas di mata publik, terutama kalau orang melihat agenda (Pemilu) 2024," kata pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan, Selasa (30/8/2022).
Baca juga: Tidak Hanya Poligami, Wagub Jabar Juga Setuju Pernikahan Dini Cegah HIV/AIDS
Meski begitu, Firman mengingatkan agar kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terbuka di hadapan publik, terutama pernyataan yang rawan menuai polemik.
Firman menjelaskan, popularitas seseorang bakal menunjang elektabilitas jika popularitasnya bersifat positif. Sebaliknya, jika popularitasnya cenderung negatif, maka elektabilitas pun tak akan tercapai.
Dugaan Uu tengah berupaya mendongkrak popularitasnya ditandai dengan seringnya Uu melontarkan pernyataan-pernyataan yang berpotensi menimbulkan polemik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
"Ya, bisa saja ada pandangan, bahwa Pak Uu sekarang banyak melontarkan statement untuk meningkatkan popularitas di mata publik, terutama kalau orang melihat agenda (Pemilu) 2024," kata pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan, Selasa (30/8/2022).
Baca juga: Tidak Hanya Poligami, Wagub Jabar Juga Setuju Pernikahan Dini Cegah HIV/AIDS
Meski begitu, Firman mengingatkan agar kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan terbuka di hadapan publik, terutama pernyataan yang rawan menuai polemik.
Firman menjelaskan, popularitas seseorang bakal menunjang elektabilitas jika popularitasnya bersifat positif. Sebaliknya, jika popularitasnya cenderung negatif, maka elektabilitas pun tak akan tercapai.
Lihat Juga :