Gara-gara Menegur Penutupan Jalan untuk Dangdutan, Perangkat Desa Tewas Ditusuk Warga

Senin, 29 Agustus 2022 - 18:19 WIB
"Informasi yang saya terima, korban cekcok dengan warga itu terjadi lantaran menegur penutupan jalan selama acara dangdutan. Korban datang ke panggung dan bersalaman dengan pak Kades, setelah selesai ia menegur warga yang menutup jalan menggunakan kursi," ujar Mani kepada MNC Portal Indonesia, Senin (29/8/2022).

Lebih lanjut Mani mengatakan bahwa dirinya tidak melihat persis kejadian penusukan hingga membuat adiknya tersebut meninggal dunia. Namun, diduga korban ditarik ke tempat yang gelap lalu setelah itu terjadi penganiayaan pada bagian leher korban sehingga terluka.

"Jadi korban sempat pegang leher yang ditusuknya itu, cuma karena enggak kuat jadi jatuh. Atuh darah teh kaluar timamana (darah keluar dari mana-mana)," ujar Mani.

Sementara itu Dokter Forensik RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr Nurul Aida Fathia mengungkapkan korban diduga meninggal dunia lantaran kehabisan darah akibat luka terbuka (tusukan) di bagian leher sebelah kiri.

"Ada luka sayatan yang dialami korban berukuran kurang lebih dua centimeter dan menembus hingga ke pembuluh darah. Luka terbuka di daerah leher sebelah kiri, menurut pola dan gambarannya akibat kekerasan benda tajam," ujar dr Aida.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!