BBPPKS Makassar Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Penerima PKH
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 14:00 WIB
“Saya senang mengikuti pelatihan ini, semula saya tidak tahu cara mengemas produk yang bagus, setelah mengikuti pelatihan saya tahu cara mengemas produk supaya menarik minat konsumen untuk membeli," kata dia.
Sementara itu Rahmiwati, PM dari Sentra Gau Mabaji Gowa mengungkapkan, “Saya senang dan terbantu dengan alat-alat usaha yang diberikan. Alat ini bisa membantu saya untuk mengembangkan usaha," kata dia.
Kegiatan ditutup oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi. Dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa negara sangat peduli dengan masyarakat yang perlu bantuan, baik itu jangka menengah maupun jangka panjang.
Baca juga: Program Atensi Lorong Kemensos Solusi Pemberdayaan Lansia
"Hari ini ada pelatihan peningkatan kapasitas di bidang kuliner. Saya kira pilihan pelatihan kuliner ini untuk kondisi hari ini sangat tepat karena kebutuhan kuliner itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Terutama hampir masyarakat kota menggantungkan makanannya melalui layanan, baik itu di warung ataupun restoran. Mereka menggantungkan kebutuhannya kepada produsen makanan sehingga menurut saya ini sangat tepat,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, peserta diberikan bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) berupa perangkat usaha kuliner atau sesuai hasil asesmen yang dilakukan oleh Sentra Gau Mabaji Gowa. Total bantuan yang diberikan yaitu sejumlah Rp199.827.750,00. Peserta juga dibuatkan grup Whatsapp untuk memantau perkembangan usahanya.
Sementara itu Rahmiwati, PM dari Sentra Gau Mabaji Gowa mengungkapkan, “Saya senang dan terbantu dengan alat-alat usaha yang diberikan. Alat ini bisa membantu saya untuk mengembangkan usaha," kata dia.
Kegiatan ditutup oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi. Dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa negara sangat peduli dengan masyarakat yang perlu bantuan, baik itu jangka menengah maupun jangka panjang.
Baca juga: Program Atensi Lorong Kemensos Solusi Pemberdayaan Lansia
"Hari ini ada pelatihan peningkatan kapasitas di bidang kuliner. Saya kira pilihan pelatihan kuliner ini untuk kondisi hari ini sangat tepat karena kebutuhan kuliner itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Terutama hampir masyarakat kota menggantungkan makanannya melalui layanan, baik itu di warung ataupun restoran. Mereka menggantungkan kebutuhannya kepada produsen makanan sehingga menurut saya ini sangat tepat,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, peserta diberikan bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) berupa perangkat usaha kuliner atau sesuai hasil asesmen yang dilakukan oleh Sentra Gau Mabaji Gowa. Total bantuan yang diberikan yaitu sejumlah Rp199.827.750,00. Peserta juga dibuatkan grup Whatsapp untuk memantau perkembangan usahanya.
(luq)
Lihat Juga :