BBPPKS Makassar Gelar Pelatihan Kewirausahaan Bagi Penerima PKH
Sabtu, 27 Agustus 2022 - 14:00 WIB
loading...
Suasana pelatihan Pemberdayaan Masyarakat yang digelar Kemensos melalui BBPKS Makassar mulau 24 hingga 26 Agustus. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Kementerian Sosial melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Makassar menyelenggarakan Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat melalui Kewirausahaan Sosial.
Pelatihan diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Manfaat (PM). Pelatihan diselenggarakan di Sentra Gau Mabaji Kabupaten Gowa, dari 24 hingga 26 Agustus.
Baca juga: Ketua Komisi VIII DPR RI Minta Penyaluran Bantuan Kemensos Tepat Sasaran
Peserta adalah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang memiliki karakteristik jenis usaha sama (kuliner).
Data Badan Pusat Statistik mencatat, bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia per-September 2021 adalah sebesar 26,50 juta atau 9,71%. Meskipun prevalensi angka kemiskinan menurun dibanding tahun lalu, tetapi upaya penanggulangan kemiskinan masih harus dimaksimalkan.
Pelatihan yang dilaksanakan secara klasikal dengan pendekatan life skills training ini, tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai pemeriksaan suhu tubuh, pelaksanaan rapid antigen, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tetap menggunakan masker.
Kegiatan ini adalah upaya penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan budaya usaha atau kewirausahaan sosial yang dilakukan melalui pelatihan dan pemberian keterampilan agar Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) mampu untuk hidup mandiri dan produktif.
PPKS peserta pelatihan ini terdiri dari 30 orang peserta yang dibatasi pada rentang usia di bawah 40 tahun. Adapun narasumber pelatihan terdiri dari dua orang praktisi, yaitu, Monica Harijati dengan judul Packaging and Digital Marketing. Dan Diah Afrianti (owner Diah Cookies, Surabaya dengan materi Bisnis Rumahan Jadi Omset Miliaran.
Selain kedua narasumber ini, turut menyampaikan kisah sukses dan praktik membuat kue adalah penerima bantuan PKH Kota Makassar atas nama Santi, yang sehari-hari berjualan kue boroncong di depan Komplek Perumahan NTI dengan omset sebesar Rp 300.000/hari.
Baca juga: Kemensos Kirim 2.000 Paket Makanan Siap Saji untuk Korban Banjir dan Longsor di Sorong
Pelaksanaan pelatihan selama tiga hari ini bertempat di Aula BBPPKS Makassar dengan metode 20% teori dan 80% praktik. Di sela-sela kegiatan juga dilaksanakan penanaman Ubi Jalar di lahan kosong BBPPKS Makassar oleh peserta pelatihan.
Pelatihan kewirausahaan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPPKS Makassar, Anna Puspasari dan dihadiri para Kepala Sentra/yang mewakili di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, pejabat struktural dan fungsional BBPPKS Makassar.
Dalam sambutannya, kepala BBPPKS Makassar berharap agar melalui pelatihan ini, penerima manfaat dapat meningkatkan kemampuannya untuk memajukan diri ke arah kehidupan yang lebih baik. Rezki Wahyuni, peserta dari KPM PKH Kota Makassar mengaku senang mengikuti pelatihan ini.
“Saya senang mengikuti pelatihan ini, semula saya tidak tahu cara mengemas produk yang bagus, setelah mengikuti pelatihan saya tahu cara mengemas produk supaya menarik minat konsumen untuk membeli," kata dia.
Sementara itu Rahmiwati, PM dari Sentra Gau Mabaji Gowa mengungkapkan, “Saya senang dan terbantu dengan alat-alat usaha yang diberikan. Alat ini bisa membantu saya untuk mengembangkan usaha," kata dia.
Kegiatan ditutup oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi. Dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa negara sangat peduli dengan masyarakat yang perlu bantuan, baik itu jangka menengah maupun jangka panjang.
Baca juga: Program Atensi Lorong Kemensos Solusi Pemberdayaan Lansia
"Hari ini ada pelatihan peningkatan kapasitas di bidang kuliner. Saya kira pilihan pelatihan kuliner ini untuk kondisi hari ini sangat tepat karena kebutuhan kuliner itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Terutama hampir masyarakat kota menggantungkan makanannya melalui layanan, baik itu di warung ataupun restoran. Mereka menggantungkan kebutuhannya kepada produsen makanan sehingga menurut saya ini sangat tepat,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, peserta diberikan bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) berupa perangkat usaha kuliner atau sesuai hasil asesmen yang dilakukan oleh Sentra Gau Mabaji Gowa. Total bantuan yang diberikan yaitu sejumlah Rp199.827.750,00. Peserta juga dibuatkan grup Whatsapp untuk memantau perkembangan usahanya.
Pelatihan diperuntukkan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Manfaat (PM). Pelatihan diselenggarakan di Sentra Gau Mabaji Kabupaten Gowa, dari 24 hingga 26 Agustus.
Baca juga: Ketua Komisi VIII DPR RI Minta Penyaluran Bantuan Kemensos Tepat Sasaran
Peserta adalah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang memiliki karakteristik jenis usaha sama (kuliner).
Data Badan Pusat Statistik mencatat, bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia per-September 2021 adalah sebesar 26,50 juta atau 9,71%. Meskipun prevalensi angka kemiskinan menurun dibanding tahun lalu, tetapi upaya penanggulangan kemiskinan masih harus dimaksimalkan.
Pelatihan yang dilaksanakan secara klasikal dengan pendekatan life skills training ini, tetap menerapkan protokol kesehatan, mulai pemeriksaan suhu tubuh, pelaksanaan rapid antigen, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tetap menggunakan masker.
Kegiatan ini adalah upaya penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan budaya usaha atau kewirausahaan sosial yang dilakukan melalui pelatihan dan pemberian keterampilan agar Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) mampu untuk hidup mandiri dan produktif.
PPKS peserta pelatihan ini terdiri dari 30 orang peserta yang dibatasi pada rentang usia di bawah 40 tahun. Adapun narasumber pelatihan terdiri dari dua orang praktisi, yaitu, Monica Harijati dengan judul Packaging and Digital Marketing. Dan Diah Afrianti (owner Diah Cookies, Surabaya dengan materi Bisnis Rumahan Jadi Omset Miliaran.
Selain kedua narasumber ini, turut menyampaikan kisah sukses dan praktik membuat kue adalah penerima bantuan PKH Kota Makassar atas nama Santi, yang sehari-hari berjualan kue boroncong di depan Komplek Perumahan NTI dengan omset sebesar Rp 300.000/hari.
Baca juga: Kemensos Kirim 2.000 Paket Makanan Siap Saji untuk Korban Banjir dan Longsor di Sorong
Pelaksanaan pelatihan selama tiga hari ini bertempat di Aula BBPPKS Makassar dengan metode 20% teori dan 80% praktik. Di sela-sela kegiatan juga dilaksanakan penanaman Ubi Jalar di lahan kosong BBPPKS Makassar oleh peserta pelatihan.
Pelatihan kewirausahaan ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPPKS Makassar, Anna Puspasari dan dihadiri para Kepala Sentra/yang mewakili di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, pejabat struktural dan fungsional BBPPKS Makassar.
Dalam sambutannya, kepala BBPPKS Makassar berharap agar melalui pelatihan ini, penerima manfaat dapat meningkatkan kemampuannya untuk memajukan diri ke arah kehidupan yang lebih baik. Rezki Wahyuni, peserta dari KPM PKH Kota Makassar mengaku senang mengikuti pelatihan ini.
“Saya senang mengikuti pelatihan ini, semula saya tidak tahu cara mengemas produk yang bagus, setelah mengikuti pelatihan saya tahu cara mengemas produk supaya menarik minat konsumen untuk membeli," kata dia.
Sementara itu Rahmiwati, PM dari Sentra Gau Mabaji Gowa mengungkapkan, “Saya senang dan terbantu dengan alat-alat usaha yang diberikan. Alat ini bisa membantu saya untuk mengembangkan usaha," kata dia.
Kegiatan ditutup oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi. Dalam kesempatan ini menyampaikan, bahwa negara sangat peduli dengan masyarakat yang perlu bantuan, baik itu jangka menengah maupun jangka panjang.
Baca juga: Program Atensi Lorong Kemensos Solusi Pemberdayaan Lansia
"Hari ini ada pelatihan peningkatan kapasitas di bidang kuliner. Saya kira pilihan pelatihan kuliner ini untuk kondisi hari ini sangat tepat karena kebutuhan kuliner itu sudah menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Terutama hampir masyarakat kota menggantungkan makanannya melalui layanan, baik itu di warung ataupun restoran. Mereka menggantungkan kebutuhannya kepada produsen makanan sehingga menurut saya ini sangat tepat,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, peserta diberikan bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) berupa perangkat usaha kuliner atau sesuai hasil asesmen yang dilakukan oleh Sentra Gau Mabaji Gowa. Total bantuan yang diberikan yaitu sejumlah Rp199.827.750,00. Peserta juga dibuatkan grup Whatsapp untuk memantau perkembangan usahanya.
(luq)
Lihat Juga :