Prodi Mekantronika Universitas Sanata Dharma Lolos Hibah CFV 2022
Rabu, 24 Agustus 2022 - 17:57 WIB
Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri otomasi di Indonesia juga sangat besar. Tren perkembangan otomasi industri di Indonesia tersebut dengan sendirinya akan memunculkan kebutuhan kompetensi sumber daya manusia yang meningkat. Salah satu kompetensi baru yang dibutuhkan tersebut adalah desainer sistem otomasi yang membutuhkan kompetensi level sarjana terapan Mekatronika.
Penanggung Jawab Program CFV 2022 Fakultas Vokasi USD, Eko Aris Budi Cahyono, M.Eng., menyebut Prodi D3 Mekatronika mengajukan 5 rancangan aktivitas dalam skema transformasi ini. Pertama, pengembangan kurikulum S1 Terapan Teknologi Rekayasa Mekatronika bersama Industri yang sudah menerapkan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kedua, penyusunan dokumen peta jalan program studi, yang meliputi tahapan pengembangan program studi sarjana terapan minimal jangka waktu 15 tahun. Ketiga, penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) prodi serta implementasinya. Keempat, peningkatan kompetensi SDM Prodi S1 Terapan Teknologi Rekayasa Mekatronika. Kelima, penyusunan instrumen transformasi D3 ke S1 terapan, dan keenam, pemutakhiran data program studi pada PDDIKTI.
“Usaha transformasi D3 menjadi S1 Terapan Teknologi Rekayasa Mekatronika dalam CFV 2002 ini, diharapkan akan membawa dampak positif bagi banyak pihak di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta,” ucap Eko dalam keterangannya, Rabu (24/8/2022).
Baca: Kemendagri Minta Daerah Hapus Pajak Progresif dan Bea Balik Nama Kendaraan.
Penanggung Jawab Program CFV 2022 Fakultas Vokasi USD, Eko Aris Budi Cahyono, M.Eng., menyebut Prodi D3 Mekatronika mengajukan 5 rancangan aktivitas dalam skema transformasi ini. Pertama, pengembangan kurikulum S1 Terapan Teknologi Rekayasa Mekatronika bersama Industri yang sudah menerapkan konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kedua, penyusunan dokumen peta jalan program studi, yang meliputi tahapan pengembangan program studi sarjana terapan minimal jangka waktu 15 tahun. Ketiga, penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) prodi serta implementasinya. Keempat, peningkatan kompetensi SDM Prodi S1 Terapan Teknologi Rekayasa Mekatronika. Kelima, penyusunan instrumen transformasi D3 ke S1 terapan, dan keenam, pemutakhiran data program studi pada PDDIKTI.
“Usaha transformasi D3 menjadi S1 Terapan Teknologi Rekayasa Mekatronika dalam CFV 2002 ini, diharapkan akan membawa dampak positif bagi banyak pihak di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta,” ucap Eko dalam keterangannya, Rabu (24/8/2022).
Baca: Kemendagri Minta Daerah Hapus Pajak Progresif dan Bea Balik Nama Kendaraan.
Lihat Juga :