Hermanto Meninggal Dunia, Ini Sederet Jejak Pengabdiannya di Bidang Infrastruktur

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 13:42 WIB
Setelah lulus dari ITB, Hermanto Dardak melanjutkan studi Master di Teknik Sipil Universitas New South Wales, Australia dan lulus 1985. Ia mendapat gelar doktor dari Universitas yang sama pada tahun 1990.

Hermanto menjadi orang Indonesia pertama yang memperoleh penghargaan bergengsi Professional of the Year dari International Road Federation. Sejumlah organisasi pernah dipimpinya antara lain menjadi ketua organisasi permukiman internasional EAROPH, dan memimpin REAAA (Road Engineering Association for Asia and Australiasia).

Di dunia keinsinyuran, Hermanto mendapat amanah memimpin sebagai Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia periode 2015-2018, dan turut membidani lahirnya UU Keinsinyuran dan pembangunan menara Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Baca juga: Hermanto Dardak Alami Kecelakaan Maut Usai Hadiri Bedah Buku di Semarang

Selama hidupnya, Hermanto Dardak mendedikasikan diri dalam dunia pembangunan infrastruktur dengan terlibat sebagai insinyur sipil di Indonesia. Ia meniti karir sebagai PNS di Kementerian Pekerjaan Umum.

Karir Hermanto melesat hingga menjadi Kepala Biro KLN di usia 38 tahun, dan selanjutnya menjadi Dirjen Penataan Ruang dan berperan melahirkan UU Penataan Ruang 2007.

Atas prestasinya, Hermanto kemudian diamanahi sebagai Dirjen Bina Marga. Ia berperan menuntaskan pembangunan jembatan Suramadu, mengatasi banjir tol bandara Soetta dengan pembangunan jalur tol elevated.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!