Kisah si Lancang, Anak Durhaka yang Tak Mengakui Ibunya karena Miskin

Jum'at, 19 Agustus 2022 - 07:43 WIB
Dia mengambil pusaka yang dimilikinya berupa lesung penumbuk padi dan sebuah nyiru. Diputarnya lesung itu dan dikibas-kibaskan nyiru itu sambil berkata, “Ya Tuhanku… hukumlah si anak durhaka itu.”

Setelah sang ibu berdoa tidak lama kemudian doanya dikabulkan. Tiba-tiba datanglah badai topan yang besar sehingga membuat kapal-kapal yang dimiliki Si Lancang lenyap bahkan harta benda yang lainya ikut lenyap dalam seketika karena doa seorang ibu.

Baca juga: Legenda I Laurang, Manusia Udang Berubah Jadi Pria Tampan Penakluk Hati Putri Raja

Tidak perlu waktu lama, Tuhan mengabulkan permintaan ibu tua renta itu. Dalam sekejap, turunlah badai topan. Badai tersebut meluluhlantakkan kapal-kapal dagang milik Si Lancang dan harta benda miliknya.

Menurut cerita rakyat setempat, kain suteranya melayang-layang dan jatuh menjadi negeri Lipat Kain yang terletak di Kampar Kiri. Gongnya terlempar ke Kampar Kanan dan menjadi Sungai Ogong.

Tembikarnya melayang menjadi Pasubilah, sedangkan tiang bendera kapal si Lancang terlempar hingga sampai di sebuah danau yang diberi nama Danau Si Lancang. Hingga sekarang, nama tempat itu masih ada dan dapat disaksikan.

Kisah Si Lancang memberikan kita pelajaran bahwa apa pun kondisinya jangan pernah lupakan ibu yang telah melahirkan, karena doa orang tua paling ampuh. Jadilah anak yang sholeh dan berbakti kepada orang tua.

Sumber: dongeng dan cerita rakyat
(nic)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!