Cara Anak Papua Memaknai Kemerdekaan RI di Sentra Wirajaya Makassar
Kamis, 18 Agustus 2022 - 09:26 WIB
Hal senada juga dirasakan oleh Edison Elieser Papara yang akrab disapa Edi. Ia menyampaikan bahwa Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-77 ini menjadi momen yang sangat berarti dalam hidupnya. Pada kesempatan ini, Edi ditunjuk sebagai pembawa dan pengibar bendara merah putih pada saat upacara HUT Kemerdekaan di Sentra Wirajaya, Rabu (17/08/2022).
Edi yang kini berusia 25 tahun merasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pada dirinya. Sejak kecelakaan yang ia derita saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) yang membuat kakinya cidera, dirinya hampir kehilangan harapan dan bahkan putus asa.
Saat dipercaya menjadi pembawa dan pengibar bendara, hal itu menjadi pelecut semangat dalam hidupnya, bahkan ia kembali yakin, jika kelak dirinya akan hidup mandiri, dan siap melanjutkan usaha perbengkelan yang dirintis orang tuanya di Kabupaten Kepulauan Yapen Papua . “Sukses melaksanakan amanah menjadi pembawa dan pengibar bendera, membuat saya kembali percaya diri. Kemerdekaan harus diisi dengan kesungguhan dalam melakoni aktifitas, karena dengan kesungguhan, tentu keberhasilan dapat diraih” kata Edi saat ditemui di lapangan Upacara Sentra Wirajaya.
Program Atensi residensial yang diberikan oleh Kemensos untuk Leo dan Edi selama di Sentra Wirajaya adalah keterampilan Otomotif.
Untuk tambahan jenis terapi lainnya, Leo sangat aktif mengikuti terapi seni, sementara Edi lebih memilih terapi kewirausahaan, khususnya aktif mengelola kebun hidroponik yang ada di area Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Sentra Wirajaya Makassar.
Edi yang kini berusia 25 tahun merasa bangga atas kepercayaan yang diberikan pada dirinya. Sejak kecelakaan yang ia derita saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) yang membuat kakinya cidera, dirinya hampir kehilangan harapan dan bahkan putus asa.
Saat dipercaya menjadi pembawa dan pengibar bendara, hal itu menjadi pelecut semangat dalam hidupnya, bahkan ia kembali yakin, jika kelak dirinya akan hidup mandiri, dan siap melanjutkan usaha perbengkelan yang dirintis orang tuanya di Kabupaten Kepulauan Yapen Papua . “Sukses melaksanakan amanah menjadi pembawa dan pengibar bendera, membuat saya kembali percaya diri. Kemerdekaan harus diisi dengan kesungguhan dalam melakoni aktifitas, karena dengan kesungguhan, tentu keberhasilan dapat diraih” kata Edi saat ditemui di lapangan Upacara Sentra Wirajaya.
Program Atensi residensial yang diberikan oleh Kemensos untuk Leo dan Edi selama di Sentra Wirajaya adalah keterampilan Otomotif.
Untuk tambahan jenis terapi lainnya, Leo sangat aktif mengikuti terapi seni, sementara Edi lebih memilih terapi kewirausahaan, khususnya aktif mengelola kebun hidroponik yang ada di area Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Sentra Wirajaya Makassar.
Lihat Juga :