Putri Pandan Berduri dan Adat Kesukuan di Pulau Bintan Kepulauan Riau
Kamis, 04 Agustus 2022 - 05:42 WIB
Kabar ini akhirnya sampai juga ke Pulau Galang. Utusan Pulau Galang lalu datang ke Bintan dan meminta Jenang Perkasa kembali ke Pulau Galang dan memimpin di sana. Tetapi tawaran ini segera ditolak oleh Jenang Perkasa.
Dari pernikahannya dengan Putri Pandan Berduri, Jenang Perkasa memiliki tiga orang putra, yakni Batin Mantang, Batin Mapoi, dan Batin Kelong. Mereka diadatkan dengan adat Suku Laut yang dinamakan adat Kesukuan.
Baca: Prabu Surya Kencana, Raja Tanpa Mahkota Pajajaran yang Lari ke Baduy Dalam
Setelah dewasa, ketiga anak Jenang Perkasa memimpin suku mereka masing-masing. Batin Mantang memimpin di bagian utara Pulau Bintan, Batin Mapoi dengan sukunya ke barat, dan Batin Kelong ke timur Pulau Bintan.
Ketiga suku tersebut menjadi suku terbesar di Pulau Bintan. Hingga kini, adat kesukuan di Pulau Bintan masih ada. Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi, semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Putri K, Kumpulan Cerita Rakyat Sumatera, Cerdas Interaktif, Buku Elektronik.
Dari pernikahannya dengan Putri Pandan Berduri, Jenang Perkasa memiliki tiga orang putra, yakni Batin Mantang, Batin Mapoi, dan Batin Kelong. Mereka diadatkan dengan adat Suku Laut yang dinamakan adat Kesukuan.
Baca: Prabu Surya Kencana, Raja Tanpa Mahkota Pajajaran yang Lari ke Baduy Dalam
Setelah dewasa, ketiga anak Jenang Perkasa memimpin suku mereka masing-masing. Batin Mantang memimpin di bagian utara Pulau Bintan, Batin Mapoi dengan sukunya ke barat, dan Batin Kelong ke timur Pulau Bintan.
Ketiga suku tersebut menjadi suku terbesar di Pulau Bintan. Hingga kini, adat kesukuan di Pulau Bintan masih ada. Sampai di sini ulasan singkat Cerita Pagi, semoga bermanfaat.
Sumber tulisan:
1. Putri K, Kumpulan Cerita Rakyat Sumatera, Cerdas Interaktif, Buku Elektronik.
(san)
Lihat Juga :