Sri Mulyani Sentil Realisasi Belanja Pemda Rendah, Khofifah Angkat Bicara
Rabu, 03 Agustus 2022 - 08:30 WIB
Orang nomor satu di Jatim itu menjelaskan, dari dana Rp5,75 triliun tersebut, sebesar Rp4 triliun merupakan sisa lebih anggaran tahun 2021 yang memang menurut regulasi baru dapat digunakan setelah penetapan Perubahan APBD 2022. Sedangkan sisanya Rp1,5 triliun merupakan cashflow untuk membiayai kegiatan rutin sehari hari.
“Sebagai wakil pemerintah pusat, Pemprov Jatim akan terus berkordinasi dan mendorong agar 38 Kabupaten/Kota segera melakukan percepatan realisasi belanja. Sehingga mampu menjadi stimulus perekomian masyarakat disaat ekonomi Jatim mulai tumbuh,” imbuhnya.
Berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) per 30 Juli 2022) pada Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kata Khofifah, realisasi Pendapatan Pemprov Jatim sebesar Rp16,43 trilyun dari target sebesar Rp27,64 triliun atau 59,46 persen. "Dan ini merupakan capaian realisasi pendapatan tertinggi secara nasional," ujarnya.
Sementara realisasi belanja, imbuhnya, mencapai Rp13,75 triliun atau sebesar 46,69 persen dan merupakan tertinggi ketiga se Indonesia setelah Jawa Barat dan Bengkulu.
"Bahkan per Selasa (2/8/2022) pukul 17.45 WIB, berdasarkan data SieKeuda, realisasi belanja Pemprov Jatim sudah mencapai Rp14,52 triliun atau 48,98 persen" jelas Khofifah. Sebagai informasi bahwa APBD Provinsi Jatim Tahun Anggaran 2022 adalah Rp29,45 triliun.
“Sebagai wakil pemerintah pusat, Pemprov Jatim akan terus berkordinasi dan mendorong agar 38 Kabupaten/Kota segera melakukan percepatan realisasi belanja. Sehingga mampu menjadi stimulus perekomian masyarakat disaat ekonomi Jatim mulai tumbuh,” imbuhnya.
Berdasarkan data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) per 30 Juli 2022) pada Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kata Khofifah, realisasi Pendapatan Pemprov Jatim sebesar Rp16,43 trilyun dari target sebesar Rp27,64 triliun atau 59,46 persen. "Dan ini merupakan capaian realisasi pendapatan tertinggi secara nasional," ujarnya.
Sementara realisasi belanja, imbuhnya, mencapai Rp13,75 triliun atau sebesar 46,69 persen dan merupakan tertinggi ketiga se Indonesia setelah Jawa Barat dan Bengkulu.
"Bahkan per Selasa (2/8/2022) pukul 17.45 WIB, berdasarkan data SieKeuda, realisasi belanja Pemprov Jatim sudah mencapai Rp14,52 triliun atau 48,98 persen" jelas Khofifah. Sebagai informasi bahwa APBD Provinsi Jatim Tahun Anggaran 2022 adalah Rp29,45 triliun.
(msd)
Lihat Juga :