Kebo Bule Keraton Solo, Pengawal Pusaka Kyai Slamet yang Dikirab Tiap Malam 1 Suro
Minggu, 31 Juli 2022 - 08:01 WIB
Kebo bule Keraton Solo diyakini merupakan pengawal pusaka Kyai Slamet. Kebo atau kerbau dengan warna kulit putih agak kemerahan ini setiap malam 1 Suro. Foto/Dok.SINDOnews/Ahmad Antoni
Kebo bule Keraton Solo diyakini merupakan pengawal pusaka Kyai Slamet. Kebo atau kerbau dengan warna kulit putih agak kemerahan ini setiap malam 1 Suro atau 1 Muharram dikirab dari kandangnya menuju Keraton Solo.
Foto/Dok.SINDOnews/Ahmad Antoni
Saking seringnya mengawal pusaka keraton bernama Kyai Slamet maka masyarakat sering kali menjuluki kerbau bule ini sebagai Kyai Slamet.
Baca juga: 4 Tradisi 1 Muharram di Indonesia, Nomor 3 Ada Kirab Kebo Bule
Kebo bule klangenan atau peliharaan khusus kesayangan Keraton Solo ini sangat dikenal masyarakat Kota Batik dan sekitarnya, seperti Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri
Setiap malam 1 Suro (penanggalan Jawa), atau malam 1 Muharam menurut kalender Hijriah, kawanan kebo bule ini dikirab di jalanan Kota Solo. Kebo bule ini menjadi cucuk lampah (pembuka jalan) kirab sejumlah pusaka keraton.
Foto/Dok.SINDOnews/Ahmad Antoni
Ritual kirab malam 1 Suro tergantung kemauan dari kerbau Kyai Slamet. Sebab, kebo baru keluar dari kandang selepas pukul 01.00 WIB. Kirab pusaka ini sangat tergantung pada kebo bule Kyai Slamet.
Biasanya tanpa harus digiring kawanan kebo bule akan berjalan dari kandang yang berada di Alun-Alun Selatan
menuju halaman Keraton Solo. Kirab kebo bule ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat.
Baca juga: Gunung Lawu Diselimuti Misteri Moksanya Prabu Brawijaya V Raja Majapahit Terakhir
Foto/Dok.SINDOnews/Ahmad Antoni
Saking seringnya mengawal pusaka keraton bernama Kyai Slamet maka masyarakat sering kali menjuluki kerbau bule ini sebagai Kyai Slamet.
Baca juga: 4 Tradisi 1 Muharram di Indonesia, Nomor 3 Ada Kirab Kebo Bule
Kebo bule klangenan atau peliharaan khusus kesayangan Keraton Solo ini sangat dikenal masyarakat Kota Batik dan sekitarnya, seperti Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri
Setiap malam 1 Suro (penanggalan Jawa), atau malam 1 Muharam menurut kalender Hijriah, kawanan kebo bule ini dikirab di jalanan Kota Solo. Kebo bule ini menjadi cucuk lampah (pembuka jalan) kirab sejumlah pusaka keraton.
Foto/Dok.SINDOnews/Ahmad Antoni
Ritual kirab malam 1 Suro tergantung kemauan dari kerbau Kyai Slamet. Sebab, kebo baru keluar dari kandang selepas pukul 01.00 WIB. Kirab pusaka ini sangat tergantung pada kebo bule Kyai Slamet.
Biasanya tanpa harus digiring kawanan kebo bule akan berjalan dari kandang yang berada di Alun-Alun Selatan
menuju halaman Keraton Solo. Kirab kebo bule ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat.
Baca juga: Gunung Lawu Diselimuti Misteri Moksanya Prabu Brawijaya V Raja Majapahit Terakhir
Lihat Juga :