Bank Sampah Putri Nyale Jadi Daya Tarik Studi Tiru Pemkab Hulu Sungai Utara
Selasa, 26 Juli 2022 - 16:06 WIB
Bank sampah menjadi salah satu tempat belajar pengelolaan sampah. Salah satunya adalah Bank Sampah Putri Nyale yang terletak di Desa Kuta, Lombok Tengah, NTB.
PRAYA - Bank sampah menjadi salah satu tempat bagi sejumlah daerah belajar dalam pengelolaan sampah. Salah satunya adalah Bank Sampah Putri Nyale yang terletak di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Menyadari hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara Husari Abdi bersama Plt Kepala Dinas PMD Hulu Sungai Utara Budia Hendra, Kabag Humas Prokopim Setda, Moch Arifil dan rombongan melakukan studi tiru di Bank Sampah Putri Nyale, Minggu (24/7/2022).
Dalam kunjungan tersebut, Plt Bupati Hulu Sungai Utara beserta rombongan dibawa berkeliling melihat cara pengelolaan Bank Sampah Putri Nyale yang dinilai cukup baik dan berhasil dalam pengelolaan bank sampah di daerahnya.
Husairi Abdi mengucapkan terima kasih atas informasi positif yang diberikan BUMDes Putri Nyale pengetahuan untuk bisa diamati, ditiru dan dimodifikasi bagi kemajuan Kabupaten Hulu Sungai Utara. "Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki luas sekitar 892 km dengan 80 persen daerahnya didominasi oleh lahan rawa. Saat ini kegiatan masyarakat cenderung terpusat pada lahan rawa tersebut seperti, budidaya ikan, nelayan dan bertani dan budidaya itik alabio," tuturnya.
Menyadari hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Hulu Sungai Utara Husari Abdi bersama Plt Kepala Dinas PMD Hulu Sungai Utara Budia Hendra, Kabag Humas Prokopim Setda, Moch Arifil dan rombongan melakukan studi tiru di Bank Sampah Putri Nyale, Minggu (24/7/2022).
Dalam kunjungan tersebut, Plt Bupati Hulu Sungai Utara beserta rombongan dibawa berkeliling melihat cara pengelolaan Bank Sampah Putri Nyale yang dinilai cukup baik dan berhasil dalam pengelolaan bank sampah di daerahnya.
Husairi Abdi mengucapkan terima kasih atas informasi positif yang diberikan BUMDes Putri Nyale pengetahuan untuk bisa diamati, ditiru dan dimodifikasi bagi kemajuan Kabupaten Hulu Sungai Utara. "Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki luas sekitar 892 km dengan 80 persen daerahnya didominasi oleh lahan rawa. Saat ini kegiatan masyarakat cenderung terpusat pada lahan rawa tersebut seperti, budidaya ikan, nelayan dan bertani dan budidaya itik alabio," tuturnya.
Lihat Juga :