Polisi Buru Penyebar Video Viral Korban Bullying Perkosa Kucing di Tasikmalaya

Senin, 25 Juli 2022 - 14:21 WIB
"(Penyebarar video) semuanya akan kita telusuri, jadi memang kita harus kerja dengan tahapan," tegas Ibrahim, Senin (25/7/2022).

Meski begitu, kata Ibrahim, pihaknya kini masih melakukan klarifikasi terkait kebenaran peristiwa tersebut. "Kita perjelas dulu tentang adanya peristiwa tersebut, kemudian kita akan lihat sangkutan apakah ada pidana atau tidak di dalamnya, termasuk pembuatan video, kemudian potensi yang lain, sehingga upload di medsos," jelas Ibrahim.

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jabar menyesalkan peristiwa tersebut. Manajer Program LPA Jabar, Diana Wati mengatakan, korban mengalami depresi. "Dia tentu mengalami trauma yang hebat atau gejolak yang hebat," ujarnya.

Diana juga mengungkapkan bahwa korban diduga tak berani menceritakan soal dugaan perundungan yang dialaminya kepada orang tuanya, sehingga kondisi psikologisnya semakin tertekan.

Meski begitu, pihaknya masih mencoba melakukan sejumlah pendalaman untuk mengetahui pasti kronologis peristiwa tersebut. "Kami sedang mencari info lain, apakah ada penyakit lain yang diderita anak atau murni dari dia gak mau makan karena saking tertekannya," katanya.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!