Curah Hujan Tinggi, Petani di Sinjai Terancam Gagal Panen
Minggu, 24 Juli 2022 - 13:37 WIB
Terpisah, petani lainnya di Kecamatan Sinjai Timur, Malik mengaku, sawahnya juga terendam air. Akibatnya, tanaman padi di area persawahan miliknya rusak.
Warga kelurahan Samataring itu berharap ada pembangunan talud atau tanggul di sekitar areal pesawahan.
Diketahui, intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Sinjai pada tanggal 21 dan 22 Juli mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir.
Bahkan, delapan ekor Sapi milik warga di Dusun Macconggi, Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai ditemukan mati.
Sapi tersebut mati setelah terendam air akibat meluapnya Sungai Tangka saat hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Sinjai .
Menurut Kepala Desa Lamatti Riawang, Andi Hasbudi, peristiwa ini membuat dirinya bersama para pemilik sapi prihatin. Pasalnya sapi-sapi yang mati tersebut tidak berasuransi.
Dari data yang dihimpun Pemdes Lamatti Riawang, delapan ekor sapi yang mati Milik A Sira (3 ekor), Irwan (1 ekor), A Arif (3 ekor), dan Tarappe (1 ekor).
Warga kelurahan Samataring itu berharap ada pembangunan talud atau tanggul di sekitar areal pesawahan.
Diketahui, intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Sinjai pada tanggal 21 dan 22 Juli mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir.
Bahkan, delapan ekor Sapi milik warga di Dusun Macconggi, Desa Lamatti Riawang, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai ditemukan mati.
Sapi tersebut mati setelah terendam air akibat meluapnya Sungai Tangka saat hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Sinjai .
Menurut Kepala Desa Lamatti Riawang, Andi Hasbudi, peristiwa ini membuat dirinya bersama para pemilik sapi prihatin. Pasalnya sapi-sapi yang mati tersebut tidak berasuransi.
Dari data yang dihimpun Pemdes Lamatti Riawang, delapan ekor sapi yang mati Milik A Sira (3 ekor), Irwan (1 ekor), A Arif (3 ekor), dan Tarappe (1 ekor).
Lihat Juga :