Wali Kota Depok Tak Terima Warganya Disebut Ikut-ikutan Fenomena SCBD
Kamis, 21 Juli 2022 - 15:05 WIB
"Kalau kita intervensi ke sana (Bojong Gede), bukan wilayah kita. Kalau kepolisiannya iya (masuk Depok), masih ada Polsek Bojong Gede. Kalau kewilayahan pemerintahan tidak ada (bukan Depok),” sambungnya.
Baca juga: Wacana Depok Gabung Jakarta, Wali Kota: Saya Tidak Pernah Usulkan Itu
Idris meyakinkan bahwa bantahan tersebut bukan tanpa alasan. Pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan dan tidak ditemukan warganya yang ikut dalam fenomena SDBD. Yang ada, kata dia, warga dari Kabupaten Bogor atau tepatnya di Bojong Gede.
“Kita sudah cek, tidak ada. Dia adalah orang-orang Bogor, orang Manggarai pindah. Sebagian ada sedikit masalah dalam keluarga dia pindah ke Bojong Gede, lalu mereka main-main ke Jakarta. Ketika kita cek domisilinya segala macam, ya belum punya KTP karena di bawah 17 tahun,” ungkapnya.
Pengecekan memang belum dilakukan seluruhnya. Namun informasi yang Idris dapat, pengakuan mereka tinggal di Bojong Gede.
Baca juga: Wacana Depok Gabung Jakarta, Wali Kota: Saya Tidak Pernah Usulkan Itu
Idris meyakinkan bahwa bantahan tersebut bukan tanpa alasan. Pihaknya mengaku sudah melakukan pengecekan dan tidak ditemukan warganya yang ikut dalam fenomena SDBD. Yang ada, kata dia, warga dari Kabupaten Bogor atau tepatnya di Bojong Gede.
“Kita sudah cek, tidak ada. Dia adalah orang-orang Bogor, orang Manggarai pindah. Sebagian ada sedikit masalah dalam keluarga dia pindah ke Bojong Gede, lalu mereka main-main ke Jakarta. Ketika kita cek domisilinya segala macam, ya belum punya KTP karena di bawah 17 tahun,” ungkapnya.
Pengecekan memang belum dilakukan seluruhnya. Namun informasi yang Idris dapat, pengakuan mereka tinggal di Bojong Gede.
Lihat Juga :