Pakar: Waspadai Bahaya Antimon pada Kemasan Galon PET
Rabu, 20 Juli 2022 - 17:17 WIB
Pakar kimia dan keamanan pangan mengingatkan fenomena bahaya zat antimon pada kemasan galon air yang terbuat dari plastik Poly Ethilene Terephthalate (PET). Foto/Ilustrasi/Istimewa
JAKARTA - Pakar kimia dan keamanan pangan mengingatkan fenomena bahaya zat antimon pada kemasan galon air yang terbuat dari plastik Poly Ethilene Terephthalate (PET). Migrasi antimon-logam berat yang merupakan katalis kemasan plastik sekali pakai berbahan PET, ini telah terdeteksi dalam banyak air minum kemasan dan memunculkan masalah kesehatan. Antimon pada kemasan PET ini akan bermigrasi lebih cepat jika terpapar sinar matahari dalam waktu lama.
Guru besar bidang pemrosesan pangan Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip), Andri Cahyo Kumoro, mengatakan sebenarnya antimon yang ada dalam kemasan berbahan PET jauh lebih berbahaya ketimbang BPA yang ada dalam kemasan Polikarbonat. “Antimon ini lebih cepat migrasinya ke dalam produk pangannya jika terpapar sinar matahari dibandingkan dengan BPA,” ujar dia.
Baca Juga: Pakar ITB: Galon PET Lebih Beresiko Terkena Sinar Matahari dan Benturan
Pakar lain dari Institute Pertanian Bogor, NugrahaEdhi Suyatma,menambahkan kemungkinan besar ada resiko migrasi antimon ini dari kemasan pangan berbahan PET. Dosen dan peneliti Jurusan Teknologi Panganini mengatakan SbO3 (Antimony trioxide) ini umumnya digunakan sebagai katalis dalam sintesis pembuatan plastik PET. “Sudah ada laporan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa plastik polietilen tereftalat (PET) yang digunakan untuk botol air di Eropa dan Kanada ditemukan migrasi antimon,” katanya.
Saat ini kemasan air minum galon sekali pakai berbahan PET sedang populer di pasar. Karena sifat PET yang rentan terhadap reaksi panas, kemasan minuman botol pada umumnya dikemas berlapis dalam kardus dan diletakan didalam toko yang bersuhu sejuk. Namun belakangan ini terdapat fenomena AMDK galon sekali pakai yang berbahan PET yang diletakan tanpa pelindung pada saat pengangkutan, pada waktu di pajang toko atau warung warung bersama jenis galon berbahan lain, sehingga rentan terpapar matahari langsung dalam waktu lama.
Guru besar bidang pemrosesan pangan Departemen Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip), Andri Cahyo Kumoro, mengatakan sebenarnya antimon yang ada dalam kemasan berbahan PET jauh lebih berbahaya ketimbang BPA yang ada dalam kemasan Polikarbonat. “Antimon ini lebih cepat migrasinya ke dalam produk pangannya jika terpapar sinar matahari dibandingkan dengan BPA,” ujar dia.
Baca Juga: Pakar ITB: Galon PET Lebih Beresiko Terkena Sinar Matahari dan Benturan
Pakar lain dari Institute Pertanian Bogor, NugrahaEdhi Suyatma,menambahkan kemungkinan besar ada resiko migrasi antimon ini dari kemasan pangan berbahan PET. Dosen dan peneliti Jurusan Teknologi Panganini mengatakan SbO3 (Antimony trioxide) ini umumnya digunakan sebagai katalis dalam sintesis pembuatan plastik PET. “Sudah ada laporan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa plastik polietilen tereftalat (PET) yang digunakan untuk botol air di Eropa dan Kanada ditemukan migrasi antimon,” katanya.
Saat ini kemasan air minum galon sekali pakai berbahan PET sedang populer di pasar. Karena sifat PET yang rentan terhadap reaksi panas, kemasan minuman botol pada umumnya dikemas berlapis dalam kardus dan diletakan didalam toko yang bersuhu sejuk. Namun belakangan ini terdapat fenomena AMDK galon sekali pakai yang berbahan PET yang diletakan tanpa pelindung pada saat pengangkutan, pada waktu di pajang toko atau warung warung bersama jenis galon berbahan lain, sehingga rentan terpapar matahari langsung dalam waktu lama.
Lihat Juga :