PT PP Garap Proyek PLTMG 140 MW di Barito Utara
Sabtu, 27 Juni 2020 - 09:45 WIB
PT PP (Persero) Tbk, saat ini masih fokus menyelesaikan pembangunan proyek PLTMG Bangkanai Tahap 2 sebesar 140 MW.(Foto/Ist)
BARITO UTARA - PT PP (Persero) Tbk, saat ini masih fokus menyelesaikan pembangunan proyek PLTMG Bangkanai Tahap 2 sebesar 140 MW.
Proyek yang dimiliki oleh PT PLN (Persero) Ini berlokasi di Desa Karendan, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Karendan merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Perjalanan menuju Karendan tidaklah mudah dimana harus menempuh waktu sekitar 10-12 jam dari Banjarmasin–Muara Teweh dan 3-4 jam perjalanan dari Muara Teweh–Karendan. Dalam melaksanakan proses pembangunan, material bangunan dan konstruksi juga harus didatangkan melalui perjalanan laut dari Jakarta, Surabaya dan Banjarmasin kemudian menempuh perjalanan darat ke Desa Karendan. (BACA JUGA: Penyidikan Kasus Gratifikasi Bupati Waropen Jalan Terus)
Dalam pembangunan proyek PLTMG ini, perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek dimana bekerjasama dengan partner konsorsium Wartsila Finland Oy dan Wartsila Indonesia dan direncanakan selesai pada September 2020.
Proyek yang dimiliki oleh PT PLN (Persero) Ini berlokasi di Desa Karendan, Barito Utara, Kalimantan Tengah. Karendan merupakan salah satu desa yang berada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.
Perjalanan menuju Karendan tidaklah mudah dimana harus menempuh waktu sekitar 10-12 jam dari Banjarmasin–Muara Teweh dan 3-4 jam perjalanan dari Muara Teweh–Karendan. Dalam melaksanakan proses pembangunan, material bangunan dan konstruksi juga harus didatangkan melalui perjalanan laut dari Jakarta, Surabaya dan Banjarmasin kemudian menempuh perjalanan darat ke Desa Karendan. (BACA JUGA: Penyidikan Kasus Gratifikasi Bupati Waropen Jalan Terus)
Dalam pembangunan proyek PLTMG ini, perseroan berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggung jawab dalam penyelesaian proyek dimana bekerjasama dengan partner konsorsium Wartsila Finland Oy dan Wartsila Indonesia dan direncanakan selesai pada September 2020.
Lihat Juga :