Rapid Test Terlalu Mahal, Sopir Sayur-Buah Demo di Pelabuhan Ketapang

Sabtu, 27 Juni 2020 - 05:42 WIB
aksi para sopir dan kernet tersebut mendapat respons dari Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara yang datang ke lokasi demo. "Aspirasi para sopir yang keberatan terhadap biaya rapid test tersebut segera dibahas dengan menghadirkan sejumlah instansi terkait/ termasuk Pemerintah Provinsi Bali," kata Made.

Meski telah ditemui oleh Ketua DPRD Banyuwangi, namun para sopir tak juga membubarkan diri. Mereka tetap menggelar unjuk rasa di depan pelabuhan.

Semua kendaraan pikap bermuatan buah, sayur, dan janur diparkir di pinggir jalan, tak jauh dari pelabuhan. Mereka berhadap kepada pemerintah segera memperhatikan nasib mereka. Massa sopirm engancam akan terus menggelar aksi jika pemerintah tidak segera memberikan solusi terbaik bagi mereka.

Sejumlah supir mengaku harus mengeluarkan uang antara Rp300 ribu-Rp400 ribu setiap kali rapid test dengan massa berlaku tiga hingga empat hari. "Sementara mereka mengirim sayur dan buah ke bali dua sampai tiga kali dalam satu minggunya," kata Wahyu.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!